15 Titik Urban Farming Makassar Mulai Beroperasi, Pemkot Perkuat Ketahanan Pangan Perkotaan

Mardianto
27 Jul 2026 08:43
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Program Urban Farming yang menjadi salah satu prioritas Wali Kota Makassar terus menunjukkan progres positif.

Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar memastikan seluruh kegiatan di tingkat RT/RW telah berjalan, sementara 15 lokasi Urban Farming terintegrasi mulai direalisasikan secara bertahap.

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Auliah Arsyad, mengatakan, seluruh lokasi yang menjadi target kinerja DP2 tahun ini sudah memasuki tahap pelaksanaan. Sejumlah bantuan, seperti kandang ternak dan kolam ikan, telah disalurkan kepada kelompok penerima.

“Untuk 15 lokasi Urban Farming terintegrasi, bantuan kandang dan kolam ikan sudah tersalur. Yang masih dalam proses adalah penyaluran bibit, benih, serta media tanam,” ujarnya, Minggu (26/7).

Menurut Auliah, keberadaan 15 lokasi tersebut tidak tersebar merata di setiap kecamatan. Penentuan lokasi disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan potensi wilayah.

Bahkan, ada kecamatan yang memiliki lebih dari satu kelompok, sementara ada pula yang belum memungkinkan menjalankan konsep Urban Farming secara terpadu.

“Misalnya di Kecamatan Wajo, lahannya sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan mengembangkan pertanian, peternakan, dan perikanan secara terintegrasi,” jelasnya.

Selain pengembangan di 15 lokasi utama, DP2 juga terus membina kelompok tani, kelompok wanita tani, serta kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang dibentuk di tingkat RT/RW.

Auliah menyebut seluruh kelompok binaan tersebut telah aktif menjalankan kegiatan dan sebagian telah menerima bantuan sesuai bidang usahanya.

Untuk sektor peternakan, bantuan telah diberikan kepada 12 kelompok, sedangkan sektor perikanan telah membentuk dan membina 10 kelompok pembudidaya ikan.

Adapun bantuan di sektor pertanian masih menunggu proses pengadaan benih, bibit, dan sarana pendukung lainnya.

“Kelompok-kelompok ini memiliki fokus yang berbeda. Ada yang bergerak di bidang pertanian, peternakan, maupun perikanan. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” katanya.

Auliah menjelaskan, 15 lokasi Urban Farming yang menjadi target DP2 diterapkan konsep pertanian perkotaan secara terpadu, mulai dari budidaya tanaman, peternakan, perikanan hingga pengelolaan sampah, sehingga menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page