Zakat Produktif LAZ Hadji Kalla Jangkau 2.100 Mustahik, Dorong Ketahanan Sosial di Indonesia Timur‎

Mardianto
26 Feb 2026 22:16
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui penyaluran zakat dan infak yang terintegrasi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Sepanjang 2025, program ini menjangkau sedikitnya 2.100 penerima manfaat (mustahik) di berbagai wilayah Indonesia Timur.

‎Program Manager LAZ Hadji Kalla, Salman Febriyansyah, mengatakan penyaluran dana sosial tersebut difokuskan pada penguatan ketahanan masyarakat melalui program kesehatan, lingkungan, pendidikan, hingga mitigasi bencana.

‎“Kami memastikan zakat dan infak tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi memberikan dampak berkelanjutan. Karena itu, program difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat dan peningkatan kualitas hidup mustahik,” ujar Salman dalam Konferensi Pers di Wisma Kalla, Kamis (26/2/2026).

‎Secara rinci, sejumlah capaian program antara lain mencakup 1.000 orang menerima bantuan langsung, 600 orang mendapatkan edukasi energi terbarukan dan pertanian ramah lingkungan, serta 240 warga terlibat dalam program konservasi dan edukasi komunitas.

‎”Selain itu, 100 relawan kemanusiaan diperkuat kapasitasnya melalui standar SPHERE, sementara puluhan keluarga risiko stunting memperoleh manfaat dari program rehabilitasi rumah layak huni,” tambah Salman.

‎Program ini dilaksanakan di beberapa wilayah, termasuk Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat, melalui berbagai inisiatif seperti Aksi Hijau, Rumah Sehat, Jantung Sehat, Kampung Hijau, Mitigasi Bencana, dan Bantuan Bencana.

‎Menurut Salman, pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci keberhasilan program karena mampu mendorong partisipasi warga sekaligus memperluas dampak sosial.

‎“Ketika masyarakat dilibatkan sejak awal, program menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Kami melihat peningkatan kesadaran kesehatan, kesiapsiagaan bencana, serta kepedulian lingkungan di lokasi program,” jelasnya.

‎Memasuki 2026, LAZ Hadji Kalla menargetkan perluasan jangkauan penerima manfaat sekaligus penguatan program pemberdayaan ekonomi dan pendidikan komunitas.

‎“Ke depan, kami ingin dampak zakat semakin luas, bukan hanya membantu kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong kemandirian mustahik,” tutup Salman.

‎Dengan pendekatan berbasis dampak dan keberlanjutan, Salman berharap, pengelolaan zakat dan infak dapat semakin berkontribusi pada pembangunan sosial masyarakat Indonesia Timur, sekaligus memperkuat peran filantropi Islam sebagai solusi pembangunan inklusif.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x