Pelatihan Teknik Parafrase Didorong Jadi Program Rutin Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin

Mardianto
24 Okt 2025 17:34
2 menit membaca

Kabaredtorial.com, Makassar — Upaya meningkatkan integritas akademik dan menekan angka plagiasi terus digalakkan di lingkungan kampus. Peserta Latsar CPNS Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar bekerja sama dengan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menggelar Pelatihan Teknik Parafrase untuk Mengurangi Tingkat Plagiasi Karya Ilmiah, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Asnur Lidayni, relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Makassar, sebagai narasumber. Pelatihan tersebut bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual tentang plagiasi sekaligus keterampilan teknis dalam melakukan parafrase dengan benar baik secara manual maupun melalui bantuan kecerdasan buatan (AI).

Moderator kegiatan, Aguswandi, S.Sos., M.I.Kom, yang juga dosen peserta Latsar CPNS FDK UIN Alauddin Makassar, menilai kehadiran AI dalam dunia pendidikan bukan sesuatu yang perlu dihindari, melainkan dimanfaatkan secara cerdas dan bertanggung jawab.

“AI dan kehidupan akademik bukan lagi hal tabu. Justru AI harus dihadirkan dalam ruang akademik. AI sangat bisa membantu menyelesaikan tugas akademik, baik bagi dosen maupun mahasiswa. Namun, AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti, dan penggunaannya tetap harus menjunjung etika serta kebijaksanaan,” ujar Aguswandi.

Ia menambahkan, pelatihan ini memiliki dua target utama. Pertama, meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep dan teori plagiasi serta parafrase. Kedua, mengasah kemampuan teknis dalam melakukan parafrase, baik secara manual maupun menggunakan AI secara etis.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya tahu apa itu plagiasi, tetapi juga mampu menulis ulang dengan gaya mereka sendiri tanpa kehilangan makna aslinya. Jika kegiatan ini berhasil, ke depan akan dijadikan program fakultas bagi setiap jurusan di FDK,” tambah Aguswandi.

Pelatihan yang berlangsung interaktif ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa. Mereka menilai kegiatan semacam ini sangat relevan dengan tantangan akademik era digital, di mana penggunaan teknologi sering kali bersinggungan dengan isu orisinalitas karya.

Melalui kegiatan tersebut, Aguswandi berharap lingkungan kampus dapat membangun budaya akademik yang jujur, kreatif, dan bertanggung jawab, sekaligus melahirkan generasi penulis ilmiah yang berintegritas tinggi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x