Pegadaian Rebranding di Tengah Tekanan Ekonomi, Bawa Pesan “Tenang Saja”

Mardianto
11 Sep 2026 10:22
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — PT Pegadaian melakukan rebranding perusahaan pada 2026 dengan membawa pesan “Tenang Saja” sebagai bagian dari strategi memperkuat komunikasi perusahaan kepada masyarakat di tengah dinamika ekonomi dan perubahan kondisi global.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Sulselbar Maluku, Pratikno, mengatakan perubahan geopolitik serta dinamika ekonomi global, nasional dan regional turut memengaruhi kondisi masyarakat.

“Perubahan geopolitik, perubahan ekonomi, baik makro, nasional, regional, global, sulit diprediksi. Saudara-saudara kita, masyarakat seluruh Indonesia pun merasakan tekanan ekonomi,” kata Pratikno dalam media gathering Pegadaian.

Menurutnya, tekanan ekonomi dapat muncul dalam berbagai bentuk dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia mencontohkan kenaikan harga bahan bakar minyak serta kebutuhan pendidikan seperti pembayaran UKT dan biaya sekolah.

“Beberapa waktu lalu juga ada kenaikan BBM, kemudian disertai dengan keperluan saudara-saudara kita untuk bayar UKT, menyekolahkan putra-putrinya,” ujarnya.

Kondisi tersebut, kata Pratikno, menjadi salah satu pertimbangan Pegadaian untuk terus melakukan perbaikan layanan sekaligus memperkuat posisi perusahaan melalui rebranding.

“Jadi kondisi-kondisi itu mengilhami kami untuk terus melakukan perbaikan layanan, kemudian rebranding perusahaan kami,” katanya.

Dalam rebranding tersebut, Pegadaian tetap mempertahankan tagline “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”, sekaligus membawa pesan komunikasi baru berupa “Tenang Saja”.

Pratikno mengatakan pesan tersebut ingin memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa Pegadaian hadir sebagai perusahaan yang menyediakan berbagai solusi keuangan melalui produk dan layanan yang dimilikinya.

“Branding yang paling kuat baru adalah ‘Tenang Saja’,” ujarnya.

Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal

Selain rebranding, Pratikno mengatakan pertumbuhan bisnis Pegadaian tidak hanya dilihat sebagai pencapaian angka perusahaan. Menurutnya, setiap capaian bisnis juga merepresentasikan tingkat kepercayaan masyarakat.

“Angka tersebut merupakan satu kepercayaan masyarakat kepada kami,” kata Pratikno.

Karena itu, Pegadaian terus melakukan berbagai perbaikan untuk mempertahankan kepercayaan tersebut, termasuk melalui peningkatan kualitas layanan dan pengalaman nasabah.

“Kami terus membangun kepercayaan masyarakat kepada kami dengan terus melakukan perbaikan, improvement di segala penjuru, di segala sektor untuk perbaikan layanan dan customer experience,” ujarnya.

Pratikno menambahkan, capaian bisnis hingga kuartal kedua 2026 merupakan amanah yang harus dijaga perusahaan. Pegadaian, kata dia, berkepentingan memastikan pertumbuhan bisnis berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Ini merupakan capaian dan amanah yang diamanahkan negara dan masyarakat kepada kami yang harus terus kami jaga,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x