Pegadaian Perkuat Keamanan TRING, Verifikasi Wajah Lindungi Nasabah dari Penipuan

Mardianto
8 Sep 2026 09:58
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — PT Pegadaian terus memperkuat sistem keamanan digital untuk melindungi nasabah dari potensi penipuan dalam penggunaan aplikasi TRING Pegadaian.

Kepala Departemen Business Support Pegadaian Kanwil VI Sulselbar Maluku, Dedy Suryadi, mengatakan aspek keamanan menjadi perhatian utama seiring semakin luasnya pemanfaatan layanan digital Pegadaian.

Menurut Dedy, setiap indikasi maupun laporan terkait potensi penipuan yang berkaitan dengan layanan digital akan menjadi bahan evaluasi bagi tim keamanan teknologi informasi perusahaan.

“Pasti akan langsung dievaluasi dan di-maintain oleh IT Security kita,” kata Dedy dalam media gathering Pegadaian.

Ia menjelaskan, Pegadaian memiliki divisi IT Security yang secara khusus mengawal aspek keamanan dalam penggunaan aplikasi TRING.

“Kita punya divisi IT Security yang tentunya mengawal untuk keamanan dari penggunaan aplikasi TRING itu sendiri,” ujarnya.

Salah satu penguatan keamanan yang diterapkan Pegadaian adalah penggunaan verifikasi wajah dalam proses akses aplikasi. Sistem tersebut menjadi bagian dari mekanisme autentikasi untuk memastikan identitas pengguna.

Dedy mengatakan proses verifikasi dilakukan melalui pengambilan gambar wajah dari beberapa arah sebagai bagian dari proses pengenalan pengguna.

“Di aplikasi TRING sekarang untuk login itu menggunakan foto di depan, foto ke samping, verifikasi wajah,” jelasnya.

Menurut Dedy, penerapan teknologi verifikasi tersebut diharapkan dapat memberikan lapisan keamanan tambahan bagi masyarakat yang menggunakan layanan digital Pegadaian.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pegadaian menjaga kepercayaan nasabah di tengah meningkatnya penggunaan layanan berbasis digital.

“Jadi itu salah satu cara agar layanan TRING di masyarakat tetap dapat digunakan dengan nyaman dan tentunya digunakan dengan aman,” katanya.

Dedy menambahkan, penguatan sistem keamanan akan terus dilakukan seiring perkembangan teknologi dan pola penipuan digital yang juga semakin beragam.

Pegadaian, kata dia, tidak hanya berfokus pada pengembangan fitur layanan digital, tetapi juga memastikan aspek keamanan menjadi bagian dari pengelolaan aplikasi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x