

Kabareditorial.com, Makassar — Direktorat Kemahasiswaan Universitas Bosowa (Unibos) memperkuat proses seleksi calon penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2026 melalui verifikasi berkas secara langsung.
Sebanyak 38 calon penerima KIP Kuliah usulan masyarakat mengikuti tahapan verifikasi di Student Lounge Gedung 1 Lantai 1 Universitas Bosowa, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari supervisi penetapan penerima KIP Kuliah Tahun 2026 yang dilaksanakan bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX.
Verifikasi dilakukan untuk memastikan kelengkapan, kesesuaian, serta keabsahan dokumen yang disampaikan oleh calon penerima sebelum memasuki tahap penetapan.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan Universitas Bosowa, Bustanul Abduh, S.E., M.M., mengatakan proses verifikasi harus dilakukan secara cermat dengan mengedepankan prinsip integritas dan akuntabilitas.
“Proses ini kita lakukan dengan penuh integritas. Setiap dokumen harus diverifikasi dengan baik agar proses penetapan penerima KIP Kuliah benar-benar sesuai dengan ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Bustanul.
Menurutnya, verifikasi secara langsung menjadi langkah penting untuk memastikan data dan dokumen yang disampaikan calon penerima benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam kegiatan tersebut, supervisi juga dihadiri Dr. Sitti Rahmawati, S.H., M.H., selaku Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan LLDIKTI Wilayah IX, serta Firman Ali, staf Kemahasiswaan LLDIKTI Wilayah IX.
Kehadiran tim LLDIKTI Wilayah IX menjadi bagian dari supervisi untuk memastikan proses penetapan penerima KIP Kuliah di Universitas Bosowa berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tim melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah dokumen pendukung calon penerima. Dokumen yang diperiksa meliputi formulir pendaftaran KIP Kuliah, identitas mahasiswa, Kartu Keluarga, dokumen pendidikan, hingga dokumen yang menggambarkan kondisi sosial ekonomi keluarga.
Selain itu, calon penerima juga diminta melengkapi dokumen seperti KTP mahasiswa, Kartu Keluarga, Kartu Indonesia Pintar, kartu PKH atau KKS, ijazah dan transkrip nilai, foto keluarga, serta foto tempat tinggal yang memperlihatkan bagian depan dan ruang keluarga.
Dokumen pendukung lainnya meliputi Surat Keterangan Tidak Mampu, dokumen Pajak Bumi dan Bangunan, bukti pembayaran listrik, serta surat pernyataan mahasiswa penerima KIP Kuliah. Sertifikat prestasi juga dapat dilampirkan sebagai dokumen pendukung.
Pemeriksaan tersebut tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan kesesuaian antara data dan dokumen calon penerima dengan kriteria serta persyaratan kelayakan KIP Kuliah.
Andi Ahmad Gazali, S.Kom., dari bagian Kemahasiswaan Universitas Bosowa, menjelaskan bahwa verifikasi menjadi salah satu tahapan penting sebelum dilakukan penetapan penerima beasiswa.
“Setelah proses verifikasi ini, langkah selanjutnya adalah penetapan penerima beasiswa,” jelas Andi Ahmad Gazali.
Ia menambahkan, pemeriksaan dilakukan secara teliti agar data yang nantinya menjadi dasar penetapan penerima telah melalui proses verifikasi sesuai ketentuan.
Supervisi penetapan penerima KIP Kuliah Tahun 2026 juga bertujuan memastikan proses penetapan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Tinggi.
Selain itu, supervisi dilakukan untuk memastikan kesesuaian data dan dokumen mahasiswa dengan kriteria kelayakan penerima serta mengidentifikasi berbagai permasalahan atau kendala yang ditemukan dalam proses penetapan.
Hasil dari proses tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan pembinaan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan program KIP Kuliah di perguruan tinggi.
Bagi Direktorat Kemahasiswaan Universitas Bosowa, verifikasi ini menjadi bagian dari komitmen dalam memastikan pengelolaan program beasiswa berlangsung tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan melibatkan perguruan tinggi dan LLDIKTI Wilayah IX, proses penetapan penerima KIP Kuliah Tahun 2026 diharapkan dapat berjalan sesuai ketentuan dan diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan serta kriteria kelayakan.


Tidak ada komentar