Evaluasi 6 Bulan, Unibos Tantang Tiap Unit Tuntaskan Masalah dalam 30 Hari

Mardianto
14 Agu 2026 23:45
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Universitas Bosowa (Unibos) mengubah pola evaluasi kinerja dengan mendorong setiap unit tidak hanya melaporkan capaian, tetapi juga menyelesaikan persoalan prioritas dalam waktu yang terukur.

Pendekatan tersebut dibahas dalam Rapat Evaluasi 6 Bulan Struktural dan Staf Universitas Bosowa yang digelar di Ruang Rapat Fakultas Pertanian, Gedung I Lantai 8 Unibos, Kamis (13/8/2026).

Rapat dihadiri Wakil Rektor I, II, dan III, Sekretaris Universitas, para Direktur Unit/Direktorat, Wakil Dekan II, serta Wakil Direktur II Pascasarjana.

Evaluasi enam bulan pertama diarahkan untuk menjawab tiga hal: apa yang perlu dipertahankan, apa yang harus dihentikan karena tidak efektif, dan apa yang harus dipercepat untuk meningkatkan kinerja universitas.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, Inovasi, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Sistem Informasi Unibos, Dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si., memperkenalkan kerangka Problem, Priority, 30 Days, and 1 Result sebagai pendekatan dalam menentukan tindak lanjut.

Menurutnya, rapat tidak boleh berhenti pada pembahasan masalah. Setiap keputusan harus berujung pada tindakan dan menghasilkan perubahan yang dapat dilihat serta diukur.

“Dari rapat menjadi keputusan, dari keputusan menjadi tindakan, dan dari tindakan menjadi perubahan. Karena itu, setiap unit perlu memiliki fokus yang jelas terhadap persoalan yang paling berdampak terhadap kinerja,” ujarnya.

Melalui 30 Days Leadership Challenge, setiap unit diminta mengidentifikasi masalah yang paling memengaruhi kinerja. Persoalan tersebut kemudian dipetakan berdasarkan akar masalah, dampak, solusi, penanggung jawab atau person in charge (PIC), tenggat waktu, serta indikator keberhasilan.

Pola tersebut membuat evaluasi lebih berorientasi pada penyelesaian. Unit tidak hanya menyampaikan kendala, tetapi juga harus menentukan siapa yang bertanggung jawab, apa solusi yang akan dilakukan, kapan target diselesaikan, dan bagaimana hasilnya diukur.

Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Sumber Daya, Dr. Muh. Kafrawi Yunus Martan, S.E., M.M., menilai pendekatan 30 hari penting untuk menjaga agar hasil evaluasi tidak berhenti sebagai dokumen.

“Tiga masalah prioritas, satu solusi, satu PIC, satu deadline, dan satu indikator keberhasilan. Dengan fokus yang jelas, kita bisa bersama-sama bersinergi kuat, berkolaborasi, dan unggul,” katanya.

Selain penyelesaian persoalan internal, evaluasi juga menyoroti hubungan dengan pemangku kepentingan. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerja Sama, dan Pengembangan Usaha, Prof. Dr. H. Nasrullah, S.T., M.T., IAI, mendorong setiap unit menjaga komunikasi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

“Perlu adanya stakeholder maintenance bersama. Kita harus terus bersinergi dan saling menguatkan satu sama lain,” ujarnya.

Aspek sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kelembagaan, Dr. Ali Anas, S.Sos., M.Si., menilai peningkatan kapasitas SDM harus berjalan bersamaan dengan pembenahan sistem dan proses kerja.

Evaluasi enam bulan tersebut selanjutnya diarahkan menghasilkan daftar tindak lanjut yang lebih konkret. Setiap unit diharapkan membawa persoalan prioritasnya ke dalam tantangan 30 hari dengan solusi, PIC, batas waktu, dan indikator keberhasilan yang jelas.

Dengan pola ini, Unibos menjadikan evaluasi bukan sekadar forum untuk melihat apa yang sudah dikerjakan, tetapi sebagai mekanisme untuk memilih masalah yang paling penting, menyelesaikannya, dan mengukur hasilnya dalam waktu yang jelas.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page