

Kabareditorial.com, Bone – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMA Islam Athirah Bone. Dua lulusannya, Muh. Rijal dan Salwa Salsabilah AZ, terpilih sebagai delegasi Indonesia pada ajang Young Inventors Challenge (YIC) 2026 yang diselenggarakan oleh Association of Science, Technology & Innovation (ASTI).
Keberhasilan tersebut merupakan kelanjutan dari riset yang mereka lakukan semasa menempuh pendidikan di SMA Islam Athirah Bone. Melalui inovasi AGRITEVO, sebuah inkubator persemaian padi berbasis teknologi, keduanya berhasil meraih medali perak pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025. Penelitian itu dibimbing oleh guru Teknologi Informasi Debi Rezky Ramadhana, bersama pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), Wahida Febriya Ramadhani.
Seleksi delegasi Indonesia dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Peserta yang lolos mengikuti pembinaan intensif bersama tim ahli untuk menyempurnakan penelitian sebelum bersaing di tingkat internasional.
Dari seluruh peserta pembinaan, hanya delapan tim terbaik yang ditetapkan sebagai delegasi Indonesia pada Young Inventors Challenge 2026. Tim AGRITEVO menjadi salah satu tim yang berhasil mengamankan tempat sebagai wakil Indonesia.
Young Inventors Challenge 2026 diikuti peserta dari tujuh negara, yakni Brunei Darussalam, China, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Kompetisi ini diikuti sekitar 210 peserta, dengan 27 tim berasal dari Indonesia. Ajang tersebut menjadi wadah bagi para peneliti muda untuk mempresentasikan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan di masyarakat.
Saat ini, Muh. Rijal menempuh pendidikan di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), sedangkan Salwa Salsabilah AZ melanjutkan studi pada Program Studi Pendidikan Dokter UIN Alauddin Makassar. Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa baru, keduanya tetap menjalani pembinaan dan penyempurnaan penelitian bersama tim Puspresnas sebagai persiapan menghadapi kompetisi internasional.
Kepala SMA Islam Athirah Bone, Syamsul Bahri, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa budaya riset yang dibangun di SMA Islam Athirah Bone mampu melahirkan generasi yang unggul, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ananda Muh. Rijal dan Salwa Salsabilah AZ. Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan riset di SMA Islam Athirah Bone mampu melahirkan generasi yang memiliki kapasitas untuk berkompetisi di panggung internasional melalui penelitian dan inovasi yang bermanfaat,” ujarnya.
Keikutsertaan Muh. Rijal dan Salwa Salsabilah AZ pada Young Inventors Challenge 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi SMA Islam Athirah Bone, tetapi juga menginspirasi lebih banyak pelajar Indonesia untuk berani meneliti, berinovasi, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, riset, dan inovasi yang terus dikembangkan, keduanya diharapkan mampu memberikan hasil terbaik sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar