

Kabareditorial.com, Polman — Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, secara resmi melepas kontingen Kabupaten Polewali Mandar yang akan mengikuti Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Provinsi Gorontalo pada 20–24 Juni 2026. Keikutsertaan kontingen tersebut diharapkan mampu membawa manfaat nyata bagi pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan di daerah.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Peternakan (Disbuntarnak) memastikan seluruh peserta telah siap mengikuti agenda nasional yang mempertemukan para petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku usaha pertanian dari seluruh Indonesia.
Kepala Disbuntarnak Polewali Mandar, Muh. Jumadil, mengatakan Penas KTNA merupakan momentum strategis bagi para peserta untuk memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas, serta mempelajari berbagai inovasi yang berkembang di sektor pertanian dan perikanan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ajang promosi bagi berbagai komoditas unggulan Polewali Mandar agar semakin dikenal di tingkat nasional.
“Melalui kegiatan ini, peserta dapat belajar dari daerah lain, melihat inovasi pertanian yang berkembang, serta mempromosikan produk-produk unggulan yang dimiliki Polewali Mandar,” ujar Jumadil.
Selain sebagai sarana peningkatan kapasitas, Penas KTNA juga dinilai penting untuk memperkuat jejaring dan membuka peluang kerja sama antar daerah dalam pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, turut memberikan apresiasi atas partisipasi kontingen daerah dalam ajang nasional tersebut. Ia menilai Penas KTNA menjadi wadah yang tepat bagi petani dan pelaku usaha pertanian untuk bertukar pengalaman serta memperoleh pengetahuan baru yang dapat diterapkan di daerah.
“Kegiatan ini sangat penting karena memberikan kesempatan bagi peserta untuk menambah wawasan, bertukar pengalaman, dan mempelajari berbagai inovasi yang dapat diterapkan di daerah,” katanya.
Sementara itu, Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membawa pulang ilmu, pengalaman, dan teknologi baru yang dapat mendukung kemajuan sektor pertanian daerah.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik daerah serta aktif membangun komunikasi dan jejaring dengan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Penas KTNA merupakan kegiatan yang sangat baik. Saya berharap seluruh peserta dapat membawa nama baik Polewali Mandar dan memperoleh ilmu serta pengalaman yang nantinya dapat diterapkan untuk kemajuan sektor pertanian di daerah kita,” ujar Samsul Mahmud.
Menurutnya, Polewali Mandar memiliki potensi besar sebagai daerah agraris dengan beragam komoditas unggulan. Namun, tantangan ke depan tidak hanya terletak pada peningkatan produksi, melainkan juga pada penguatan hilirisasi dan pemasaran hasil pertanian agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
“Polewali Mandar memiliki banyak potensi komoditas unggulan. Tantangan ke depan bukan hanya bagaimana meningkatkan hasil produksi, tetapi juga bagaimana mengelola dan memasarkan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Melalui keikutsertaan dalam Penas KTNA XVII, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar berharap lahir berbagai gagasan, inovasi, dan kerja sama baru yang dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di Bumi Tipalayo.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar