

Kabareditorial.com, Maros — PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di Kabupaten Maros.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi bersama Kantor Region V PT Angkasa Pura Indonesia melalui program InJourney Green, yang diwujudkan dengan penanaman mangrove serta dukungan pengembangan ekowisata di Desa Ampekale, Kabupaten Maros.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kantor Region V melakukan penanaman 10.000 bibit mangrove. Sementara Bandara Internasional Sultan Hasanuddin turut memberikan dukungan melalui program InJourney Airports Alam Lestari berupa 60.000 bibit mangrove, Kamis (20/08).
Selain rehabilitasi kawasan pesisir, Bandara Sultan Hasanuddin juga memberikan dukungan sarana dan prasarana melalui program InJourney Airports Peduli Fasilitas untuk menunjang pengembangan ekowisata di Desa Ampekale.
Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pengembangan kawasan mangrove secara berkelanjutan dinilai dapat memperkuat potensi ekowisata Maros sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Regional CEO PT Angkasa Pura Indonesia Region V, Handy Heryudhitiawan, mengatakan program InJourney Green merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendorong keberlanjutan lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang.
“Melalui InJourney Green, kami tidak hanya berbicara mengenai penanaman pohon, tetapi bagaimana sebuah kawasan dapat tumbuh menjadi ekosistem yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Kawasan sekitar 10 hektare ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara bertahap, dengan sekitar 5 hektare yang saat ini telah mulai ditanami mangrove,” ujar Handy.
Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut membutuhkan proses dan kolaborasi berkelanjutan agar manfaat ekologis dan sosialnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Jaga Ekosistem dan Keselamatan Penerbangan
Selain sebagai upaya rehabilitasi lingkungan, pengelolaan kawasan mangrove juga menjadi bagian dari perhatian terhadap aspek keselamatan penerbangan, khususnya terkait potensi wildlife hazard atau bahaya satwa di sekitar kawasan operasional bandara.
Melalui pengelolaan lingkungan yang tepat dan terukur, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memastikan keberadaan habitat dan populasi satwa tetap terkelola sehingga tidak menimbulkan potensi gangguan terhadap operasional penerbangan.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan pengembangan kawasan mangrove harus dilakukan secara konsisten dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami berharap kawasan ini nantinya tidak hanya menjadi ruang hijau yang berfungsi menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga dapat mendukung pengembangan ekowisata Kabupaten Maros. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan menjadi kunci agar upaya pelestarian lingkungan ini dapat memberikan dampak yang berkelanjutan,” ujar Ruly.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Maros, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Maros, Direktur Eksekutif Institusi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat, Camat Bontoa, serta jajaran karyawan PT Angkasa Pura Indonesia Region V dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Pengembangan kawasan mangrove di Maros diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam mengintegrasikan aspek lingkungan dan pemberdayaan ekonomi.
Ke depan, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berkomitmen untuk terus mendorong berbagai inisiatif yang menghubungkan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan dengan tetap memperhatikan keselamatan penerbangan.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadikan keberadaan bandara tidak hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Maros.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar