Unismuh Makassar Jadi Tuan Rumah KOSABANGSA 2026, Perkuat Hilirisasi Pengabdian untuk Masyarakat

Mardianto
18 Jun 2026 09:51
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi tuan rumah kegiatan nasional Seminar Hasil Program KOSABANGSA atau Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat.

Kegiatan yang digelar oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, itu berlangsung di Balai Sidang Muktamar, Kampus Unismuh Makassar, Kamis, 18 Juni 2026.

Rektor Unismuh Makassar, Dr Abd Rakhim Nanda, mengatakan, kesiapan kampus sebagai tuan rumah tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan peran perguruan tinggi dalam memperkuat pengabdian kepada masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi.

“Terima kasih atas kepercayaan dari Kemendiktisaintek. Bagi Unismuh Makassar, KOSABANGSA sejalan dengan semangat perguruan tinggi untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kampus tidak boleh berhenti pada pengajaran dan riset, tetapi harus memastikan ilmu pengetahuan memberi dampak bagi kehidupan sosial,” ujar Rakhim di Makassar, Rabu, 17 Juni 2026.

Menurut Rakhim, Unismuh Makassar memandang Seminar Hasil Program KOSABANGSA sebagai momentum penting untuk mempertemukan pengalaman, capaian, dan pembelajaran dari berbagai tim pelaksana program. Melalui forum tersebut, hasil pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat dibaca secara lebih utuh, tidak hanya dari sisi laporan akademik, tetapi juga dari dampaknya bagi masyarakat sasaran.

Program KOSABANGSA merupakan salah satu agenda pengabdian kepada masyarakat yang menekankan kolaborasi antarperguruan tinggi. Program ini dirancang untuk menjembatani teknologi dan inovasi kampus dengan kebutuhan masyarakat, terutama pada wilayah yang membutuhkan penguatan kapasitas sosial, ekonomi, dan ketahanan komunitas.

Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof Andi Sukri Samsuri, yang menjadi penanggung jawab acara, mengatakan, panitia telah menyiapkan sejumlah kebutuhan teknis dan nonteknis. Persiapan itu meliputi registrasi peserta, pengaturan ruangan, dukungan teknologi informasi, protokoler, konsumsi, moderator, notulis, hingga liaison officer untuk mendampingi peserta dan tim penilai.

“Kami memastikan setiap bagian memiliki penanggung jawab yang jelas. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, sehingga koordinasi menjadi kunci agar seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan efektif,” kata Prof Andis, panggilan akrabnya.

Peserta dari berbagai Perguruan tinggi se Indonesia telah berdatangan sejak Rabu, 17 Juni 2026. Pada hari yang sama, panitia melakukan pengecekan kesiapan ruangan, teknis acara, gladi bersih, serta penyamaan persepsi antara tim penilai, moderator, dan notulis.

Adapun kegiatan utama berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026. Agenda dimulai dengan registrasi dan pembagian kelompok, dilanjutkan seremoni pembukaan, pembacaan ketentuan seminar hasil, serta pelaksanaan seminar hasil di sejumlah ruangan. Setiap sesi akan didampingi tim penilai dan moderator.

Pada sesi seminar, peserta akan mempresentasikan hasil pelaksanaan program sesuai kelompok masing-masing. Setelah seluruh sesi selesai, panitia menjadwalkan pengumuman peserta terbaik per kategori, penutupan, serta mobilisasi peserta ke penginapan. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir pada Jumat, 19 Juni 2026, dengan penyelesaian administrasi dan kepulangan peserta.

Prof Andis menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini berlangsung di tengah padatnya agenda kampus, termasuk rangkaian Milad ke-63 Unismuh Makassar dan persiapan Wisuda ke-88. Karena itu, penggunaan fasilitas kampus, terutama ruang-ruang kegiatan dan Balai Sidang Muktamar, diatur agar seluruh agenda dapat berjalan tanpa saling mengganggu.

“Kami ingin memastikan Unismuh Makassar hadir sebagai tuan rumah yang siap, tertib, dan melayani. Dukungan seluruh unit kerja menjadi penting karena kegiatan ini membawa nama institusi,” ujarnya.

Prof Andis berharap, Seminar Hasil Program KOSABANGSA tidak berhenti sebagai forum pertanggungjawaban program. Ia menilai, forum tersebut juga dapat menjadi sarana memperluas jejaring pengabdian, memperkuat budaya kolaborasi, dan mendorong perguruan tinggi semakin dekat dengan persoalan nyata masyarakat.

“Perguruan tinggi harus terus bergerak dari kampus menuju masyarakat. Di situlah makna pengabdian menemukan bentuknya,” tutup Prof Andis.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page