

Kabareditorial.com, Makassar — Industri otomotif terus bergerak menuju era baru, ketika teknologi keselamatan yang sebelumnya hanya dapat dinikmati pada kendaraan premium kini semakin mudah diakses oleh masyarakat luas. Tren yang dikenal sebagai demokratisasi teknologi ini menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan preferensi konsumen dalam memilih kendaraan.
Tidak hanya mempertimbangkan desain, performa, dan efisiensi bahan bakar, masyarakat kini semakin memperhatikan fitur keselamatan sebagai bagian penting dari pengalaman berkendara. Menjawab kebutuhan tersebut, Toyota terus menghadirkan inovasi melalui berbagai model kendaraan yang dilengkapi teknologi keselamatan modern di segmen menengah.
Salah satu konsumen yang merasakan langsung manfaat perkembangan teknologi tersebut adalah Harmawati Syahrullah, salah satu Chief Marketing Officer (CMO) salah satu perumahan ternama di Kota Makassar. Sebagai seorang marketing dengan mobilitas tinggi, Harmawati mengaku menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan untuk bertemu calon konsumen, melakukan survei lokasi, hingga menghadiri berbagai agenda pemasaran.
Untuk menunjang aktivitasnya, Harmawati memilih menggunakan Toyota All New Veloz Q CVT TSS, salah satu varian tertinggi Veloz yang telah dilengkapi teknologi keselamatan aktif Toyota Safety Sense (TSS).
“Dalam pekerjaan saya, mobil bukan sekadar alat transportasi. Mobil menjadi partner yang menemani aktivitas dari pagi hingga malam. Karena itu, faktor keselamatan menjadi salah satu hal yang paling saya perhatikan,” ujarnya.
Menurut Harmawati, kehadiran teknologi keselamatan modern pada Toyota Veloz menjadi nilai tambah yang membuatnya semakin percaya diri saat berkendara.
“Yang saya rasakan, fitur-fitur keselamatan yang ada membuat perjalanan lebih nyaman dan memberikan ketenangan. Sebagai perempuan yang sering berkendara sendiri untuk urusan pekerjaan, tentu rasa aman menjadi hal yang sangat penting,” katanya.
Ia menilai langkah Toyota menghadirkan fitur keselamatan yang sebelumnya identik dengan kendaraan premium merupakan terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi konsumen.
“Dulu fitur-fitur seperti sistem keselamatan aktif biasanya hanya ditemukan pada mobil dengan harga yang jauh lebih tinggi. Sekarang teknologi seperti itu sudah bisa dinikmati pada kendaraan keluarga di segmen menengah. Menurut saya ini perkembangan yang sangat baik,” tambahnya.
Bagi Harmawati, kendaraan yang baik bukan hanya nyaman digunakan, tetapi juga mampu memberikan perlindungan bagi pengemudi dan penumpang.
“Ketika berada di jalan, kita tidak pernah tahu situasi yang akan dihadapi. Karena itu, kehadiran teknologi keselamatan menjadi investasi yang sangat penting,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Masyarakat Transportasi Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Qadriathi Dg Bau, menilai demokratisasi teknologi keselamatan merupakan langkah positif yang dapat memberikan dampak luas bagi keselamatan transportasi nasional.
Akademisi dari Universitas Negeri Makassar tersebut menjelaskan bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab dominan kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
“Berbagai data menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen kecelakaan lalu lintas dipengaruhi oleh faktor human error. Karena itu, teknologi keselamatan aktif pada kendaraan menjadi sangat penting sebagai lapisan perlindungan tambahan bagi pengemudi,” ujarnya.
Menurut Qadriathi, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa fitur keselamatan aktif mampu menekan risiko kecelakaan secara signifikan.
“Beberapa studi menunjukkan teknologi seperti sistem peringatan tabrakan, pengereman otomatis, hingga fitur bantuan pengemudi dapat mengurangi potensi kecelakaan hingga 20 sampai 40 persen pada kondisi tertentu. Ini menunjukkan bahwa teknologi keselamatan memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan keamanan berkendara,” jelasnya.
Ia menilai langkah produsen otomotif menghadirkan teknologi keselamatan premium pada kendaraan segmen menengah merupakan perkembangan yang patut diapresiasi.
“Keselamatan tidak seharusnya menjadi kemewahan. Ketika teknologi keselamatan semakin mudah diakses masyarakat, maka manfaat sosial dan ekonominya juga akan semakin besar. Risiko kecelakaan dapat ditekan dan produktivitas masyarakat bisa meningkat,” katanya.
Komitmen Toyota dalam menghadirkan teknologi yang lebih inklusif juga tercermin dari tingginya kepercayaan masyarakat terhadap merek tersebut. Di wilayah operasional Kalla Toyota, Toyota masih mencatatkan market share sebesar 36 persen hingga April 2026.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya mempertimbangkan kualitas produk dan ketangguhan kendaraan, tetapi juga semakin memperhatikan aspek keselamatan yang ditawarkan.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berkendara, Toyota terus memperkuat posisinya sebagai pilihan keluarga Indonesia. Tidak hanya menghadirkan kendaraan yang andal dan efisien, Toyota juga berupaya memastikan teknologi keselamatan terbaik dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar