

Kabareditorial.com, Makassar — Di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat, membeli kendaraan bukan lagi sekadar soal kebutuhan mobilitas. Bagi sebagian masyarakat, kendaraan juga menjadi instrumen investasi jangka panjang yang harus mampu mempertahankan nilainya. Dalam hal ini, Toyota masih menjadi salah satu merek yang dikenal memiliki harga jual kembali atau resale value yang kuat di pasar otomotif Indonesia.
Salah satu pengalaman tersebut dirasakan oleh Sudirman. Pegawai bank milik negara itu mengaku telah lama mempercayakan kebutuhan mobilitasnya kepada Toyota.
Sebelumnya, Sudirman menggunakan Toyota Calya sebagai kendaraan harian. Seiring meningkatnya kebutuhan dan kenyamanan berkendara, ia kemudian memutuskan untuk meng-upgrade kendaraannya ke Toyota Veloz.
Menurutnya, keputusan untuk tetap memilih Toyota bukan tanpa alasan. Selain sudah terbukti nyaman digunakan, Toyota dinilai menawarkan biaya perawatan yang terjangkau dan kemudahan mendapatkan suku cadang di berbagai daerah.
“Dulu saya pakai Calya dan sangat puas. Ketika ingin upgrade kendaraan, saya tidak berpikir lama karena langsung memilih Veloz. Sampai sekarang saya merasa nyaman menggunakan Toyota,” ujarnya.
Ia menambahkan, efisiensi bahan bakar menjadi salah satu keunggulan yang paling dirasakan selama menggunakan kendaraan Toyota.
“Selain irit, performanya juga bagus untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jauh. Spare part mudah didapat dan jaringan bengkel resmi juga luas, jadi lebih tenang saat memiliki kendaraan ini,” katanya.
Tak hanya itu, Sudirman menilai salah satu keuntungan terbesar memiliki Toyota adalah harga jual kembali yang tetap tinggi dibandingkan banyak merek lain di pasaran.
“Ketika menjual Calya untuk beralih ke Veloz, saya merasakan sendiri bagaimana nilai jualnya masih sangat baik. Itu menjadi salah satu alasan saya tetap memilih Toyota,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager Kalla Toyota, Suliadin mengatakan bahwa kuatnya harga jual kembali kendaraan Toyota merupakan hasil dari kombinasi kualitas produk, kepercayaan konsumen, serta layanan purna jual yang terus dijaga secara konsisten.
Menurutnya, dominasi Toyota di pasar otomotif menjadi salah satu faktor utama yang turut menjaga stabilitas harga jual kembali kendaraan. Hingga April 2026, Toyota masih menguasai market share sekitar 36 persen di wilayah kerja Kalla Toyota.
“Kepercayaan masyarakat terhadap Toyota masih sangat tinggi. Hal itu tercermin dari capaian market share yang mencapai 36 persen pada April 2026. Ketika sebuah merek memiliki pangsa pasar yang besar, permintaan di pasar mobil bekas juga ikut tinggi sehingga harga jual kembalinya tetap terjaga,” ujarnya.
Suliadin menjelaskan, model-model Toyota yang memiliki permintaan tinggi juga berkontribusi terhadap kuatnya resale value. Toyota Calya, misalnya, masih menjadi model terlaris dengan kontribusi market share sebesar 22 persen. Disusul Toyota Rush sebesar 20 persen dan kendaraan elektrifikasi atau hybrid sebesar 11 persen.
“Calya menjadi pilihan keluarga karena ekonomis dan mampu mengangkut tujuh penumpang. Rush diminati karena ketangguhannya sebagai SUV 7-seater, sementara kendaraan hybrid semakin banyak dipilih karena efisiensi bahan bakarnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kendaraan Toyota umumnya mampu mempertahankan nilai jual yang lebih baik dibanding banyak merek lain karena didukung jaringan layanan purna jual yang luas, ketersediaan suku cadang, serta tingkat kepercayaan konsumen yang telah terbangun selama puluhan tahun.
“Ketika pelanggan ingin melakukan upgrade kendaraan, mereka memiliki keuntungan karena nilai jual kendaraan Toyota masih kompetitif. Ini menjadi salah satu keunggulan yang terus dicari konsumen,” katanya.
Menurut Suliadin, banyak pelanggan Toyota yang akhirnya kembali membeli Toyota saat mengganti kendaraan karena telah merasakan langsung kemudahan selama masa kepemilikan.
“Pada akhirnya pelanggan tidak hanya membeli kendaraan, tetapi juga membeli rasa aman. Mereka tahu kendaraan mudah dirawat, suku cadangnya tersedia, dan ketika dijual kembali nilainya masih baik. Inilah yang menjadikan Toyota sebagai investasi yang cerdas,” pungkasnya.
Dengan kombinasi kualitas produk, efisiensi operasional, jaringan layanan yang luas, serta harga jual kembali yang tetap kokoh, Toyota masih menjadi pilihan banyak masyarakat yang melihat kendaraan bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai aset bernilai yang menguntungkan untuk jangka panjang.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar