

Kabareditorial.com, Makassar — Tren investasi emas di wilayah Sulawesi dan Maluku terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2026. PT Pegadaian Kanwil VI SulselBarRa Maluku mencatat peningkatan tajam pada sejumlah produk emasnya di tengah ketidakpastian ekonomi global dan memanasnya situasi geopolitik dunia.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI SulselBarRa, Pratikno, mengatakan masyarakat kini semakin sadar menjadikan emas sebagai instrumen investasi sekaligus aset lindung nilai atau safe haven.
“Masyarakat semakin menyadari pentingnya emas sebagai aset lindung nilai di tengah situasi global yang tidak menentu,” ujar Pratikno, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, kondisi ekonomi dunia yang dibayangi ketidakpastian suku bunga global, konflik geopolitik, hingga fluktuasi harga energi membuat masyarakat mulai mencari instrumen investasi yang lebih aman dan stabil.
Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan tiga produk emas unggulan Pegadaian hingga April 2026.
Produk tabungan emas tercatat memiliki 412.181 rekening aktif dengan total saldo mencapai 938.413 gram emas. Sementara produk cicil emas membukukan omzet sebesar Rp936,96 miliar.
Adapun deposito emas juga menunjukkan tren positif dengan jumlah 8.816 rekening dan total gramasi mencapai 117.074 gram emas.
Pratikno menilai peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya literasi masyarakat terhadap investasi jangka panjang berbasis emas.
“Kami melihat masyarakat mulai memahami bahwa emas bukan hanya untuk disimpan, tetapi juga menjadi instrumen investasi jangka panjang yang relatif aman menghadapi tekanan ekonomi global,” katanya.
Pegadaian juga memproyeksikan harga emas dunia hingga akhir 2026 masih bergerak dalam tren positif dengan tiga kemungkinan skenario.
Dalam skenario bearish, harga emas diprediksi berada di kisaran US$3.700 hingga US$4.000 per troy ounce apabila tensi geopolitik mulai mereda dan suku bunga The Fed bertahan tinggi.
Sementara pada skenario moderat, harga emas diperkirakan bergerak di kisaran US$4.500 hingga US$4.800 per troy ounce didorong inflasi global yang mulai melandai serta meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral dunia.
Sedangkan pada skenario bullish, harga emas diperkirakan dapat menembus US$5.500 per troy ounce jika terjadi eskalasi konflik besar maupun krisis utang global.
Pengamat Jasa Keuangan dan Perbankan Universitas Hasanuddin, Marzuki DEA, menilai tren peningkatan investasi emas merupakan respons logis masyarakat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
“Dalam situasi ekonomi dunia yang berfluktuasi, masyarakat cenderung memilih instrumen yang lebih aman. Emas sampai sekarang masih dianggap sebagai aset yang mampu menjaga nilai kekayaan,” ujarnya.
Menurut Prof. Marzuki, produk investasi emas Pegadaian menjadi menarik karena mampu menjangkau masyarakat luas, termasuk investor pemula.
“Pegadaian berhasil membuat investasi emas menjadi lebih mudah diakses masyarakat. Ini penting karena tren literasi keuangan masyarakat juga terus meningkat,” katanya.
Ia menilai tren investasi emas diperkirakan masih akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan aset dan perencanaan keuangan jangka panjang.


Tidak ada komentar