

Kabareditorial.com, Makassar — Universitas Patria Artha resmi menghadirkan Program Studi Profesi Ners dengan konsentrasi perawat udara atau fly nurse. Program tersebut disebut menjadi yang pertama di Indonesia dan dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga medis profesional di sektor penerbangan.
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Patria Artha, Bastian Lubis, di sela penyerahan Surat Keputusan (SK) Prodi Profesi Ners dari LLDIKTI Wilayah IX di Kampus UPA, Jl. Tun Abdurrazak Gowa, Jumat (15/5/2025).
“Ini program lanjutan dari S1 Keperawatan. Kami satu-satunya di Indonesia yang memiliki fly nurse atau perawat udara. Nantinya mahasiswa tidak hanya mendapatkan gelar ners, tetapi juga sertifikasi internasional Certified Flight Nurse (CFN),” ujarnya.
Menurut Bastian, kebutuhan tenaga kesehatan di sektor penerbangan terus meningkat, terutama untuk mendampingi perjalanan jarak jauh, termasuk penerbangan umrah maupun internasional. Karena itu, UPA menghadirkan program studi dengan spesialisasi yang lebih spesifik dan relevan dengan kebutuhan industri.
Ia menegaskan, selain kompetensi akademik, penguatan karakter dan disiplin menjadi fokus utama dalam pembentukan mahasiswa keperawatan. Bahkan, kampus akan melakukan peninjauan kurikulum agar pendidikan karakter dapat diterapkan sejak semester awal hingga akhir.
“Kalau karakter jelek, walaupun pintar tetap tidak bisa. Karena itu kami memperkuat pembentukan mental dan kedisiplinan mahasiswa,” katanya.
Bastian mengaku mendapat dukungan penuh dari Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, terkait program bela negara yang diterapkan kepada mahasiswa baru sebagai bagian dari pembentukan karakter calon tenaga kesehatan.
Menurutnya, mahasiswa UPA selama ini sudah banyak diminati industri kesehatan bahkan saat masih menjalani masa magang. Namun pihak kampus tetap mendorong mahasiswa menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh sertifikasi kompetensi profesional.
“Kadang mahasiswa sudah ditawari bekerja saat magang. Tetapi kami minta mereka tetap menyelesaikan pendidikan dan sertifikasi kompetensinya, karena itu yang paling dibutuhkan dunia kerja,” jelasnya.
Ia juga menilai pelatihan disiplin dan fisik yang diterapkan kampus mulai menunjukkan perubahan signifikan terhadap mahasiswa. “Sekarang mental mereka mulai terbentuk, lebih disiplin dan lebih siap menghadapi dunia kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, mengapresiasi langkah UPA menghadirkan program perawat udara yang dinilai menjadi terobosan baru di dunia pendidikan tinggi kesehatan.
“Ini luar biasa, mungkin pertama di Indonesia. Program seperti ini memang dibutuhkan karena tenaga medis di sektor penerbangan sangat diperlukan, baik di pesawat maupun perjalanan jarak jauh,” ujarnya.
Ia menilai perguruan tinggi saat ini harus memiliki keunggulan yang spesifik agar mampu menjawab kebutuhan industri dan dunia kerja. Menurutnya, pengembangan kesehatan berbasis udara maupun maritim menjadi peluang besar di masa depan.
“Perguruan tinggi tidak boleh hanya umum-umum saja. Harus punya keunggulan yang spesifik agar lulusannya benar-benar dibutuhkan,” katanya.
Andi Lukman juga menekankan pentingnya pembentukan karakter, disiplin, dan kesiapan fisik bagi mahasiswa kesehatan. Menurutnya, tenaga kesehatan harus memiliki kondisi fisik dan mental yang kuat saat menghadapi pasien maupun situasi darurat.
Program studi fly nurse yang dikembangkan UPA diharapkan mampu mencetak tenaga perawat profesional dengan kompetensi internasional, sekaligus membuka peluang kerja lebih luas di sektor penerbangan dan layanan kesehatan global.


Tidak ada komentar