Makassar Ditetapkan KLB Campak, Kadis Kesehatan: 5.594 Anak Telah Diimunisasi dalam Kampanye ORI

Mardianto
14 Mar 2026 08:13
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Pemerintah Kota Makassar menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak setelah tingginya temuan kasus sepanjang tahun 2025. Untuk menekan penyebaran penyakit tersebut, Dinas Kesehatan Kota Makassar kini tengah melaksanakan kampanye imunisasi campak melalui program Outbreak Response Immunization (ORI).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, mengatakan langkah tersebut diambil setelah hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tingginya angka konfirmasi kasus campak dari kasus yang dicurigai.

“Terkait dengan Kota Makassar dijadikan KLB campak karena data tahun 2025 dari 383 kasus yang dicurigai suspek, begitu kita dapat hasil dari laboratorium ternyata sekitar 48 persen dari total yang diperiksa itu adalah kasus campak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tingginya angka tersebut membuat pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit turun langsung ke Makassar untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

“Pada hari Sabtu kami didatangi langsung oleh Dirjen Pengendalian Penyakit terkait dengan Kota Makassar sebagai lokus untuk mengadakan ORI campak,” katanya.

Program ORI atau kampanye imunisasi campak tersebut mulai dilaksanakan sejak 9 Maret 2026 dan direncanakan berlangsung hingga April 2026. Targetnya adalah menjangkau seluruh anak yang menjadi sasaran imunisasi di Kota Makassar.

Menurut Nursaidah, sasaran imunisasi dalam kampanye tersebut mencapai lebih dari 115 ribu anak.

“ORI campak ini kami lakukan dari bulan Maret sampai dengan April. Kalau memungkinkan dengan 115.505 sasaran yang kami kejar itu bisa selesai di April, maka tidak diperpanjang sampai Mei. Tetapi kalau target belum tercapai sampai April, otomatis akan diperpanjang sampai Mei,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, hingga hari kelima pelaksanaan kampanye imunisasi, ribuan anak telah mendapatkan vaksin campak.

“Sejak hari pertama hingga hari keempat pelaksanaan, sebanyak 5.594 atau sekitar 4,8 persen anak sudah mendapatkan imunisasi campak,” ungkapnya.

Nursaidah menegaskan bahwa langkah percepatan imunisasi tersebut dilakukan karena penyakit campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.

“Campak ini adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengan tingkat penularan sangat tinggi. Bayangkan kalau satu anak menderita campak, dia bisa menularkan kepada 12 sampai 18 orang di sekitarnya,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh penyakit campak yang dalam istilah awam sering disebut “sarampah”. Meskipun pada beberapa kasus penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun risiko komplikasi tetap perlu diwaspadai.

“Memang campak ini bisa sembuh sendiri, tetapi bila tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, diare berat, bahkan infeksi otak yang bisa berujung pada kematian,” jelasnya.

Untuk itu, melalui kampanye imunisasi ini pemerintah berupaya memutus rantai penularan penyakit campak di Kota Makassar.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan tidak membedakan status imunisasi sebelumnya. Artinya, seluruh anak yang masuk dalam kelompok sasaran tetap akan diberikan imunisasi selama program berlangsung.

“Kampanye imunisasi ini tidak melihat status imunisasi sebelumnya. Anak-anak usia 5 bulan sampai 59 bulan tetap menjadi sasaran, walaupun sebelumnya sudah mendapatkan imunisasi campak,” tegas Nursaidah.

Ia pun mengimbau kepada para orang tua di Makassar agar membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi campak demi mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x