

Kabareditorial.com, Makassar — Bank Indonesia menghadirkan kegiatan Pekan Ekonomi Syariah (Pesyar) Kolaborasi dengan Trend Hijab 2026 sebagai upaya memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut digelar pada 6–15 Maret 2026 di Hotel Claro Makassar.
Program ini menjadi salah satu rangkaian utama Pesyar yang difokuskan untuk mendorong pengembangan industri halal, khususnya pada subsektor modest fashion syariah.
Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Indonesian Fashion Chamber Chapter Makassar serta ArtPro. Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat ekosistem modest fashion syariah melalui sinergi antara pelaku usaha, desainer, komunitas kreatif, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM modest fashion syariah sekaligus memperluas akses pasar bagi produk lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Dalam gelaran tahun ini, Trend Hijab 2026 menghadirkan lebih dari 100 pelaku usaha dan desainer, baik dari level nasional maupun regional. Pameran ini juga diramaikan oleh berbagai UMKM unggulan dari sektor makanan dan kriya.
Pada area Sharia Fair, pengunjung juga dapat menemukan berbagai tenant makanan dan minuman halal yang menawarkan produk dengan sertifikasi halal bagi masyarakat.
Sebagai informasi, pada penyelenggaraan tahun 2025 kegiatan Trend Hijab berhasil mencatatkan transaksi penjualan hingga Rp3,8 miliar selama periode pameran. Dengan meningkatnya antusiasme masyarakat serta dukungan berbagai pihak, penyelenggaraan Trend Hijab 2026 diharapkan mampu menghasilkan capaian transaksi yang lebih besar serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor perdagangan dan industri kreatif.
Selain pameran, Bank Indonesia juga menghadirkan sejumlah booth edukasi ekonomi syariah, di antaranya Halal Center, perbankan syariah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), serta berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ). Booth tersebut memberikan informasi terkait layanan keuangan syariah serta pengembangan ekosistem halal kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan Sharia Forum yang menjadi ruang diskusi bagi pelaku usaha dan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas usaha serta memperluas pemahaman mengenai pembiayaan syariah dan tren gaya hidup halal.
Dalam forum tersebut akan digelar dua agenda utama, yakni Workshop Pembiayaan Syariah bersama Bank Syariah Indonesia dan Bank Sulselbar Syariah pada 11 Maret 2026, serta Halal Lifestyle Talk pada 12 Maret 2026.
Ke depan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Bank Indonesia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesian Fashion Chamber, ArtPro, serta seluruh mitra yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan industri halal dapat terus berkembang dan memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu barometer pengembangan modest fashion syariah di Indonesia.


Tidak ada komentar