Pemprov Sulsel Perketat Pengawasan Harga Pangan Jelang Idul Fitri 2026

Mardianto
10 Mar 2026 01:37
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperketat pengawasan harga dan distribusi bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pemantauan dilakukan melalui Satgas Pangan yang turun langsung ke pasar tradisional, ritel modern, hingga gudang penyimpanan bahan pokok.

Kepala UPT Balai Pengawas Mutu dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Erniwati Thamrin, mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil serta pasokan di pasar tetap terjaga.

“Satgas turun langsung ke pasar tradisional maupun ritel modern, termasuk memantau di pergudangan dan penggilingan beras. Kami memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan tidak terjadi lonjakan yang merugikan masyarakat,” ujar Erniwati.

Menurutnya, pemerintah provinsi juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), untuk memantau perkembangan harga di pasar serta memastikan persaingan usaha berjalan sehat.

“Pemantauan ini dilakukan bersama berbagai pihak untuk melihat apakah harga di pasar sudah stabil atau masih ada kenaikan, termasuk memantau persaingan harga di pasar,” katanya.

Erniwati menjelaskan, pengawasan difokuskan pada sejumlah komoditas utama yang menjadi kebutuhan masyarakat, seperti beras, daging ayam, telur, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih.

“Komoditas yang menjadi fokus pemantauan antara lain beras, ayam, telur, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. Komoditas ini merupakan bahan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Selain pengawasan harga, Pemprov Sulsel juga menyiapkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Program tersebut rencananya digelar di berbagai wilayah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan.

“Harga yang ditawarkan dalam Gerakan Pangan Murah diupayakan lebih rendah dibandingkan harga pasar. Tujuannya untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Erniwati.

Ia menambahkan, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Idul Fitri.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x