

Kabareditorial.com, Makassar — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencatat telah melaksanakan 1.896 kegiatan edukasi keuangan sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Kepala OJK Sulselbar Moh. Muchlasin menyampaikan, rangkaian kegiatan tersebut mencakup sosialisasi, training of trainers, talkshow radio, hingga publikasi iklan layanan masyarakat yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Secara keseluruhan, kegiatan edukasi tersebut menjangkau 1.834.035 peserta yang tersebar di 30 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Peserta berasal dari berbagai segmen, mulai dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perempuan, petani dan nelayan, penyandang disabilitas, hingga tenaga kerja dari beragam sektor.
Program ini menjadi wujud komitmen OJK dalam mendorong masyarakat agar lebih cerdas dalam mengelola keuangan, serta mampu mengakses dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara optimal guna memperkuat usaha dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain edukasi, OJK Sulselbar juga mencatat penanganan 823 layanan konsumen sepanjang 2025. Layanan tersebut terdiri atas 148 penerimaan informasi, 541 pemberian informasi, dan 134 layanan pengaduan.
Dari total layanan konsumen tersebut, sebanyak 395 layanan terkait sektor perbankan, 195 layanan perusahaan pembiayaan, 156 layanan fintech, 59 layanan non-LJK, 12 layanan asuransi, satu layanan pasar modal, satu layanan pergadaian, serta empat layanan dana pensiun.
Sementara itu, permohonan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2025 tercatat mencapai 28.554 layanan, baik melalui layanan tatap muka (walk-in) maupun secara daring. Angka tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi riwayat kredit sebagai bagian dari perencanaan dan pengelolaan keuangan.


Tidak ada komentar