

Kabareditorial.com, Makassar — Kasus kekerasan dan eksploitasi anak di Kota Makassar masih menjadi persoalan serius. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar menunjukkan, dalam beberapa tahun terakhir jumlah kasus pelanggaran hak anak, termasuk kekerasan fisik, seksual, dan eksploitasi ekonomi, masih tinggi. Pada tahun 2024, tercatat 381 kasus kekerasan terhadap anak di wilayah Makassar.
Kondisi tersebut menjadi latar belakang penelitian yang dilakukan oleh Andi Adel Thufailah Asmadi, siswa SMA Islam Athirah Makassar, dalam kegiatan Ujian Karya Ilmiah Remaja (U-KIR) 2025.
Melalui karyanya berjudul “Upaya Membangun Peran Sebagai Pelopor dan Pelapor Hak Anak di Forum Anak Makassar (FAM)”, Adel menyoroti pentingnya keterlibatan anak sebagai agen perubahan dalam melindungi hak-hak mereka sendiri. Ia menemukan bahwa Forum Anak Makassar berperan penting dalam membentuk kesadaran anak untuk berani bersuara dan berpartisipasi aktif dalam pencegahan kekerasan serta pelanggaran hak anak.
Dalam paparannya, Adel menjelaskan bahwa banyak anak di Makassar belum memahami hak-haknya dan masih enggan melapor ketika menjadi korban. Melalui kegiatan di Forum Anak, para pelajar dibekali pengetahuan dan keberanian untuk menjadi pelopor dan pelapor dalam lingkungan mereka.
“Anak-anak harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya objek perlindungan. Forum Anak membantu kami memahami cara melindungi diri dan orang lain dari kekerasan,” ujar Adel dalam presentasinya.
Kepala Sekolah SMA Islam Athirah Kajaolalido, Tawakkal Kahar mengapresiasi penelitian tersebut karena menyoroti isu sosial yang nyata di tengah masyarakat. Ia menilai karya ilmiah seperti ini menunjukkan kepedulian dan kedewasaan berpikir siswa terhadap masalah kemanusiaan.
“Penelitian ini bukan hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan empati sosial. Kami ingin siswa Athirah menjadi generasi yang sadar akan isu-isu kemanusiaan dan berani mengambil peran dalam perubahan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan U-KIR merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang menekankan pentingnya riset sosial sebagai sarana membentuk karakter kritis dan solutif pada siswa.
Selain Adel, beberapa siswa lain juga mempresentasikan karya ilmiah dengan beragam tema sosial, psikologis, dan teknologi. Kegiatan U-KIR 2025 yang digelar di Mini Teater Sekolah Islam Athirah Makassar ini menghadirkan para penguji dari kalangan akademisi dan profesional.


Tidak ada komentar