Berkat Jaringan Telkomsel, Usaha Risal di Malino Semakin Produktif

Mardianto
29 Sep 2025 00:53
Wisata 0
6 menit membaca

“Kadang orang datang tidak bawa uang cash. Jadi, tinggal scan saja. Sinyal Telkomsel di sini juga bagus, jadi pembayaran lebih lancar,” ujarnya, Minggu (28/09/2025).

Kabut tipis turun menyelimuti Malino sore itu. Di pinggir jalan utama, sebuah toko sederhana berdinding terpal tampak ramai oleh pengunjung. Dari balik meja kayu yang sudah usang dengan deretan oleh-oleh khas dataran tinggi, Risal Daeng Ngalle melayani pembeli dengan ramah.

Dari luar, bangunannya mungkin tampak biasa saja. Namun di balik meja kayu itu, Risal Daeng Ngalle menghadirkan cara baru berbelanja yang membuat usahanya kian ramai.

Sejak dua tahun terakhir, Risal memanfaatkan jaringan Telkomsel untuk menunjang usaha kecilnya. Ia memasang fasilitas pembayaran digital QRIS dan menyediakan hotspot gratis bagi pengunjung yang kesulitan sinyal.

“Kadang orang datang tidak bawa uang cash. Jadi, tinggal scan saja. Sinyal Telkomsel di sini juga bagus, jadi pembayaran lebih lancar,” ujarnya, Minggu (28/09/2025).

Berkat jaringan yang stabil, para pengunjung merasa terbantu. Tidak jarang, mereka yang awalnya hanya membeli sedikit oleh-oleh, justru menambah belanja.

“Awalnya mau belanja Rp50 ribu saja, bisa jadi Rp100 ribu. Karena gampang bayarnya lewat QRIS,” cerita Risal dengan senyum lebar.

Manfaatnya juga dirasakan langsung oleh dirinya. Uang tunai yang biasanya dipakai untuk transaksi bisa disimpan untuk kebutuhan lain.

“Kalau ada QRIS, uang cash bisa dipakai buat bensin atau belanja kebutuhan rumah. Jadi lebih fleksibel,” tambahnya.

Wisatawan menelusuri deretan buah segar di Sentra UMKM Malino, menikmati suasana khas dataran tinggi sambil memilih oleh-oleh, Minggu (27/08/2025). (Foto: Mardianto/Kabareditorial.com)

Wisatawan menelusuri deretan buah segar di Sentra UMKM Malino, menikmati suasana khas dataran tinggi sambil memilih oleh-oleh, Minggu (27/08/2025). (Foto: Mardianto/Kabareditorial.com)

Meski tokonya hanya berdinding terpal, usaha Risal tetap lancar berkat dukungan jaringan Telkomsel. Produktivitasnya meningkat, pembeli merasa nyaman, dan tokonya pun makin ramai dikunjungi wisatawan.

“Alhamdulillah, usaha kecil seperti saya bisa ikut maju. Telkomsel sangat membantu,” katanya.

Lahir di Malino pada 22 September 1987, Risal tumbuh dan hidup di tengah sejuknya pegunungan. Kini, bersama istrinya, Nengsi, ia mengelola toko kecil itu dengan sabar. Dari ruang sederhana, ia membuktikan bahwa teknologi dan jaringan yang lancar bisa menjadi penopang besar bagi UMKM.

Jaringan lancar, wisatawan belanja jadi nyaman

Salah seorang wisatawan, Ardi Jaho, mengaku terkesan dengan layanan yang ia temukan di toko kecil tersebut.

“Pernah saya susah sinyal di Malino, tapi ini tawwa malah disediakan hotspot gratis. Jadi bisa langsung bayar QRIS tanpa harus pergi cari uang tunai. SAngat praktis, apalagi susah ATM di Malino,” katanya, Minggu (28/09/2025).

Menurut Ardi, pengalaman belanja di toko sederhana ini terasa berbeda.

“Kalau fasilitas begini tersedia, jadi lebih nyaman dan bahkan belanja lebih banyak,” tambahnya.

Ia menuturkan bahwa biasanya sebelum ke Malino ia harus menyiapkan uang tunai terlebih dahulu. Namun kini, dengan jaringan Telkomsel yang lancar, semua lebih mudah.

“Biasanya saya harus tarik uang dulu di kota sebelum ke Malino, tapi sekarang cukup scan QRIS saja. Lebih hemat waktu dan tenaga,” jelas Ardi.

Tak hanya soal transaksi, akses internet juga membuat perjalanannya semakin menyenangkan.

“Hotspot yang disediakan juga sangat membantu, apalagi kalau mau upload foto atau update status perjalanan di media sosial. Jadi sekalian belanja, sekalian juga kita bisa online,” ungkapnya sambil tersenyum.

Seorang wisatawan memborong sejumlah oleh-oleh khas Malino di Sentra UMKM, menikmati aneka buah dan kerajinan lokal, Minggu (27/08/2025). (Foto: Mardianto/Kabareditorial.com)

Seorang wisatawan memborong sejumlah oleh-oleh khas Malino di Sentra UMKM, menikmati aneka buah dan kerajinan lokal, Minggu (27/08/2025). (Foto: Mardianto/Kabareditorial.com)

Ardi menilai, fasilitas digital seperti ini seharusnya semakin diperbanyak di kawasan wisata.

“Menurut saya, layanan digital seperti ini penting sekali di tempat wisata. Wisatawan bukan cuma cari oleh-oleh, tapi juga butuh akses internet untuk berbagai keperluan,” tegasnya.

Lebih jauh, ia melihat bahwa kehadiran jaringan yang lancar membuat toko sederhana seperti Toko Yumni terasa lebih modern.

“Buat saya pribadi, toko sederhana ini jadi terasa modern. Ada QRIS, ada Wi-Fi, dan semua lancar,” tutup Ardi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Gowa, Mahmuddin, menilai kemudahan berbelanja ini bukan hanya mempermudah transaksi, tapi juga meningkatkan pengalaman wisatawan.

“UMKM di Malino bukan sekadar menjual produk, tapi juga menjual pengalaman kepada wisatawan. Kehadiran QRIS dan akses internet lancar sangat mendukung hal itu,” ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (29/09/2025).

Mahmuddin menekankan bahwa digitalisasi sudah menjadi kebutuhan bagi semua pelaku UMKM.

“Di era sekarang, usaha yang tidak memanfaatkan teknologi dan jaringan yang baik akan kalah bersaing. Malino harus menjadi contoh bagi daerah lain,” tambahnya.

Ia juga melihat manfaat jaringan lancar bagi produktivitas pedagang.

“Dengan jaringan internet yang stabil, transaksi menjadi lebih cepat, pembeli nyaman, dan pelaku usaha bisa mengatur keuangan lebih efisien,” jelas Mahmuddin.

Menurutnya, keberadaan fasilitas digital seperti QRIS dan hotspot gratis tidak hanya meningkatkan penjualan, tapi juga memperkuat citra wisata Malino.

“Wisatawan pasti akan memilih tempat yang memberikan kemudahan, kenyamanan, dan akses internet lancar. Ini menjadi nilai tambah bagi UMKM lokal,” ujar Mahmuddin.

Lebih jauh, Mahmuddin mendorong pelaku UMKM lain untuk mengikuti jejak Risal Daeng Ngalle.

“Kami dorong agar lebih banyak pelaku UMKM mengikuti jejak seperti Pak Risal. Digitalisasi dan jaringan yang andal adalah kunci agar usaha kecil tetap produktif dan berkembang,” tutupnya.

Komitmen Telkomsel hadirkan konektivitas digital di pelosok

Telkomsel, sebagai provider plat merah, terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan konektivitas digital hingga ke pelosok tanah air.

General Manager Network Deployment Telkomsel Pamasuka, Saptono, menyampaikan, “Kami percaya bahwa kemajuan teknologi harus dapat dirasakan oleh semua masyarakat, oleh karena itu kehadiran BTS 4G ini bukan hanya soal sinyal tapi harapan agar anak-anak dapat belajar lebih mudah, pelaku usaha bisa berkembang lebih cepat dan masyarakat dapat mengenal dunia lebih luas,” kata Saptono dalam peresmian Base Transceiver Station (BTS) 4G di Desa Kaleko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, Selasa (16/09/2025).

Saptono menambahkan bahwa inovasi Telkomsel tidak hanya berhenti pada pembangunan BTS, tetapi juga pada penguatan ekosistem digital bagi masyarakat.

“Telkomsel terus melakukan inovasi agar menjadi penggerak digital Indonesia dan kami menyadari, perjalanan dalam menghadirkan akses digital masih sangat panjang, namun dengan dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, kami yakin bisa melangkah bersama dan lebih cepat,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas lokal.

Pengamat ekonomi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Assoc. Prof. Andi Nur Bau Massepe menilai, akses internet yang lancar menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. UMKM yang memanfaatkan teknologi dengan baik akan mampu menjangkau pasar lebih luas, termasuk wisatawan yang semakin digital-savvy,” ujarnya, melalui sambungan telepon, Senin (29/09/2025).

Massepe menambahkan, teknologi juga berperan dalam efisiensi operasional.

“Transaksi digital seperti QRIS mengurangi ketergantungan pada uang tunai, meminimalkan kesalahan pencatatan, dan mempercepat layanan. Ini tentu meningkatkan produktivitas pedagang,” jelasnya.

Menurutnya, fasilitas hotspot gratis di kawasan wisata menjadi nilai tambah tersendiri. Sebab, pengunjung akan merasa nyaman jika bisa tetap terkoneksi.

“Ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan, tapi juga membantu promosi UMKM melalui media sosial wisatawan,” tambah Massepe.

Lebih jauh, Massepe menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, operator jaringan, dan pelaku UMKM.

“Sinergi antara ketiganya akan mendorong UMKM kecil sekalipun untuk naik kelas, meningkatkan omzet, dan memperkuat ekonomi lokal,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x