Usia Produktif Paling Melek Keuangan, OJK Perluas Edukasi bagi Remaja dan Lansia

Mardianto
11 Agu 2026 19:56
2 menit membaca

JAKARTA – Kelompok usia 26–35 tahun mencatatkan indeks literasi dan inklusi keuangan tertinggi dibandingkan kelompok umur lainnya. Temuan tersebut terungkap dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama LPS dan BPS.

Indeks literasi keuangan kelompok usia 26–35 tahun mencapai 78,70 persen. Sementara indeks inklusi keuangannya sebesar 96,27 persen.

Sebaliknya, kelompok usia 15–17 tahun mencatatkan indeks literasi keuangan terendah sebesar 56,04 persen. Kelompok usia 51–79 tahun juga masih berada di bawah rata-rata nasional dengan indeks literasi sebesar 60,01 persen.

Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi OJK untuk memperkuat program edukasi keuangan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan kelompok masyarakat.

Hasil SNLIK 2026 diumumkan di Kantor BPS, Jakarta, Senin (10/8/2026). Secara nasional, indeks literasi keuangan mencapai 69,57 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 93,61 persen.

Selain berdasarkan usia, tingkat pendidikan juga berpengaruh terhadap literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Responden lulusan perguruan tinggi mencatatkan indeks literasi keuangan sebesar 93,46 persen dan inklusi sebesar 99,49 persen. Sementara masyarakat yang tidak atau belum pernah sekolah, tidak tamat SD, atau sederajat hanya mencatatkan indeks literasi 45,23 persen dan inklusi 85,80 persen.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, semakin tinggi pula tingkat literasi dan inklusi keuangannya.

OJK juga mengidentifikasi masyarakat berpendidikan rendah, khususnya lulusan SMP ke bawah, sebagai salah satu kelompok yang perlu menjadi prioritas program edukasi.

Melalui pemanfaatan hasil SNLIK, OJK bersama pemangku kepentingan diharapkan dapat merancang pendekatan edukasi yang lebih sesuai dengan kelompok usia dan tingkat pendidikan masyarakat.

Edukasi keuangan bagi remaja dan kelompok lanjut usia menjadi penting agar pemahaman mengenai produk dan layanan jasa keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page