

Kabareditorial.com, Makassar — Fitriany Anjaly Aly Putri, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Bosowa (Unibos), meraih dua penghargaan dalam ajang Putra Putri Kebudayaan Nusantara. Mewakili Sulawesi Selatan, Fitriany berhasil meraih gelar 5th Runner Up sekaligus penghargaan khusus Best First Impression.
Kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan Yayasan Pesona Kreatif Indonesia tersebut menjadi ajang bagi Fitriany untuk memperkenalkan kekayaan budaya Bugis-Makassar di hadapan peserta dari berbagai daerah.
Sebelum tampil di tingkat nasional, Fitriany mengawali kiprahnya sebagai Duta Remaja Kabupaten Maros. Ia kemudian dipercaya menjadi Duta Remaja Sulawesi Selatan 2026.
Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk membawa identitas budaya daerah ke panggung nasional sekaligus memperkenalkan nilai keberagaman dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Fitriany mengaku, salah satu tantangan selama kompetisi adalah menjaga konsistensi dan ketahanan mental di tengah padatnya karantina serta persaingan antarpeserta. Latar belakang pendidikannya di bidang psikologi turut membantunya menghadapi tekanan tersebut.
“Ilmu psikologi memberikan fondasi yang sangat kuat dalam perjalanan saya di dunia pageantry. Pemahaman tentang regulasi emosi membantu saya mengelola kecemasan dan tetap tenang di bawah tekanan kompetisi yang ketat. Empati memungkinkan saya terhubung secara tulus dengan masyarakat dan sesama finalis, serta bekal komunikasi dari pengalaman mendirikan komunitas peer-support AdaPijar membuat pesan advokasi saya bisa menyentuh hati audiens,” ungkap Fitriany.
Menurutnya, penghargaan Best First Impression memiliki makna tersendiri. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kehangatan, senyuman, dan energi positif yang berusaha ia tunjukkan sejak hari pertama karantina.
Ia juga mengaku terharu ketika nama Sulawesi Selatan diumumkan sebagai peraih dua penghargaan sekaligus. Dukungan Fakultas Psikologi Unibos, dosen, dan rekan-rekan mahasiswa turut menjadi penyemangat selama mengikuti kompetisi.
“Momen paling mengharukan adalah detik-detik ketika nama Sulawesi Selatan disebut untuk dua penghargaan sekaligus. Rasanya seketika lelah selama karantina terbayar lunas. Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan luar biasa dari Fakultas Psikologi Unibos, para dosen, dan rekan-rekan mahasiswa yang selalu menjadi ‘rumah’ dan sumber energi bagi saya untuk kembali melangkah dengan percaya diri,” tambahnya.
Fitriany berharap pencapaiannya dapat mendorong anak muda untuk lebih percaya diri mengembangkan potensi dan memperkenalkan budaya daerah. Ia mengingatkan agar asal daerah tidak menjadi alasan untuk membatasi cita-cita.
“Jangan pernah membatasi potensi diri hanya karena merasa berasal dari daerah atau minder dengan titik awal kita. Keberanian untuk melangkah adalah separuh dari kemenangan itu sendiri. Jadikan identitas dan akar budaya sebagai kekuatan utama. Selama kita berani mencoba, konsisten berproses, dan memiliki niat baik, pintu kesempatan akan selalu terbuka lebar untuk bersinar di kancah nasional,” pungkasnya.
Prestasi Fitriany menjadi salah satu capaian mahasiswa Unibos di tingkat nasional sekaligus menunjukkan keterlibatan generasi muda dalam memperkenalkan dan mempromosikan kebudayaan daerah.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar