Hadapi Dampak El Nino, LAZ Hadji Kalla Dorong Petani di Parigi Moutong Diversifikasi Usaha

Mardianto
30 Okt 2026 01:52
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Parigi Moutong — Ketergantungan pada hasil pertanian membuat pendapatan petani rentan ketika kemarau panjang menurunkan ketersediaan air dan produktivitas lahan. Menghadapi tantangan tersebut, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla mendorong masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengembangkan usaha alternatif melalui program Desa Bangkit Sejahtera (DBS).

Program ini mengajak petani dan kelompok masyarakat memperluas sumber penghasilan, tidak hanya dari budidaya komoditas pertanian dan perkebunan, tetapi juga dari usaha rumahan yang dapat dikembangkan sesuai potensi wilayah.

Program Manager Bidang Community and Development Care (Comdev) LAZ Hadji Kalla, Erny Rachmi Nurdin, mengatakan perubahan kondisi iklim, termasuk dampak El Niño yang dapat memicu kemarau panjang, menjadi tantangan bagi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.

“Ketika terjadi El Nino berupa kemarau yang panjang, kelompok masyarakat yang sebelumnya fokus melakukan budidaya komoditas pertanian ataupun perkebunan menghadapi tantangan karena kondisi kekeringan dan debit sumber air yang menurun drastis. Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk melihat potensi lain yang bisa dikembangkan sesuai dengan kondisi wilayah, sehingga sumber penghasilan mereka tidak hanya bergantung di sisi hulu yaitu budidaya komoditas pertanian ataupun perkebunan,” ujar Erny.

Melalui program DBS, masyarakat didampingi untuk mengembangkan usaha yang disesuaikan dengan potensi lokal dan relatif lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan. Pilihannya antara lain budidaya timun, kacang panjang, dan kakao.

Selain sektor budidaya, LAZ Hadji Kalla juga mendorong pengembangan usaha berbasis keterampilan rumah tangga. Warga memanfaatkan daun kelapa untuk membuat sapu lidi dan piring lidi, serta mengembangkan kelompok usaha suvenir berupa celengan karakter.

“Serta usaha lain, seperti pemanfaatan daun kelapa menjadi produk sapu lidi dan piring lidi hingga membentuk kelompok usaha rumahan dengan produk suvenir celengan karakter. Diversifikasi tersebut menjadi bentuk adaptasi masyarakat untuk tetap produktif sekaligus memperluas sumber pendapatan keluarga di tengah kondisi lingkungan yang tidak menentu,” imbuh Erny.

Program DBS telah berjalan selama dua tahun di tiga desa di Kabupaten Parigi Moutong, yakni Desa Ta’aniuge di Kecamatan Tomini, Desa Baina’a Barat, serta Desa Ambason Mekar di Kecamatan Tinombo.

Pendampingan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga, tetapi juga membangun kemampuan kelompok penerima manfaat dalam mengelola usaha secara berkelanjutan.

Kepala Desa Ambason Mekar, Abdul Aziz E. Hamu, mengapresiasi pendampingan yang diberikan LAZ Hadji Kalla selama dua tahun terakhir. Menurutnya, program pemberdayaan tersebut memberikan manfaat bagi warga, mulai dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan hingga tambahan pendapatan bagi kelompok penerima manfaat.

“Saya selaku Kepala Desa Ambason Mekar sangat bersyukur dan berterima kasih kepada LAZ Hadji Kalla yang telah banyak menjalankan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa kami selama ini. Semoga semakin banyak desa yang akan mendapatkan pendampingan dari LAZ Hadji Kalla di waktu mendatang dan semoga kami juga akan selalu dapat melanjutkan programnya secara mandiri, walaupun desa kami sudah tidak didampingi lagi,” ujar Abdul Aziz.

Program Desa Bangkit Sejahtera dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui pengembangan kapasitas dan diversifikasi usaha. Dengan sumber penghasilan yang lebih beragam, warga diharapkan memiliki alternatif ekonomi ketika produksi pertanian menghadapi kendala akibat perubahan cuaca.

Pendekatan tersebut juga menekankan keberlanjutan program setelah masa pendampingan berakhir, sehingga kelompok penerima manfaat dapat melanjutkan usaha secara mandiri dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page