

Kabareditorial.com, Makassar – Kain batik mewarnai lingkungan Sekolah Islam Athirah, Jumat (2/10/2026). Jajaran pimpinan, guru, karyawan, hingga siswa dari berbagai jenjang pendidikan mengenakan batik secara serentak dalam memperingati Hari Batik Nasional 2026.
Beragam motif dan corak batik terlihat dikenakan warga sekolah, mulai dari motif klasik hingga desain kontemporer. Suasana serupa juga tampak di jenjang pendidikan anak usia dini. Siswa TK Islam Athirah Bukit Baruga tampil ceria dalam balutan batik, sekaligus mengenal budaya Indonesia sejak dini.
Bagi Sekolah Islam Athirah, peringatan Hari Batik Nasional tidak berhenti pada penggunaan pakaian batik. Momentum ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa sekaligus membangun karakter peserta didik.
“Memakai batik bukan sekadar mengikuti kegiatan seremonial. Ini menjadi cara sederhana untuk mengenalkan dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa,” ujar Nurul, salah satu guru Sekolah Islam Athirah.
Di sejumlah kelas, peringatan Hari Batik Nasional juga diisi dengan kegiatan edukatif. Siswa diajak mengenal sejarah batik, ragam motif, filosofi yang terkandung di dalamnya, hingga proses pembuatannya. Dengan demikian, batik tidak hanya hadir sebagai busana, tetapi juga sebagai bagian dari pembelajaran budaya.
Batik sendiri telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda untuk Kemanusiaan sejak 2009. Pengakuan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga keberlanjutan batik sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.
Melalui peringatan ini, Sekolah Islam Athirah berupaya mempertemukan pendidikan dengan pelestarian budaya. Nilai-nilai tersebut diharapkan tumbuh dalam keseharian siswa, sejalan dengan semangat Athirah membentuk generasi yang Anggun, Unggul, dan Cerdas.
Semangat berbatik pun diharapkan tidak berhenti pada peringatan Hari Batik Nasional, tetapi terus tumbuh menjadi kebiasaan untuk mengenal, menghargai, dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia.


Tidak ada komentar