Trauma Healing “Bangkit Bersama, Tersenyum Kembali” Hibur Anak Korban Kebakaran Galung Tuluk

Tamrin Labasa
4 Mar 2026 21:47
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Polewali Mandar –Dinas Sosial bersama Bapas, P2TP2A, Gerakan Pemuda Peduli (GPP), serta Komunitas Peduli Kemanusiaan Polman menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban kebakaran di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan bertema “Bangkit Bersama, Tersenyum Kembali” ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis anak-anak pascabencana kebakaran yang menghanguskan rumah warga beberapa waktu lalu. Trauma healing dilakukan untuk membantu anak-anak melupakan peristiwa memilukan tersebut, mengurangi rasa takut, serta mengembalikan keceriaan mereka.

Sejumlah relawan terlibat aktif dalam kegiatan ini dengan menghadirkan berbagai metode edukatif dan rekreatif, seperti permainan kelompok, pemberian motivasi, penguatan mental, layanan dukungan psikososial, serta interaksi langsung yang bertujuan membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri anak-anak.

Kehadiran Dinas Sosial, Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas, relawan GPP, serta komunitas kemanusiaan disambut antusias oleh anak-anak. Wajah-wajah ceria tampak menghiasi lokasi kegiatan yang sebelumnya diliputi duka.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Polewali Mandar, Andi Sumarni, mengatakan anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam situasi bencana.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Mereka sempat mengalami gangguan psikologis pasca kebakaran. Melalui program trauma healing ini, kami berharap mereka dapat kembali bangkit dan tersenyum, beraktivitas normal, serta tidak larut dalam kesedihan dan rasa takut,” ujar Andi Sumarni.

Beragam permainan tradisional dan lomba digelar untuk menghibur anak-anak, seperti lomba memindahkan sarung, lomba estafet gelang karet, dan estafet kelereng. Suasana penuh tawa dan semangat pun mewarnai kegiatan tersebut.

Trauma healing ini menjadi bagian dari tugas kemanusiaan sekaligus komitmen bersama untuk memastikan pemulihan tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga secara mental dan emosional, khususnya bagi anak-anak terdampak bencana.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x