Polman Kembali Dominasi Sapi Kurban Presiden, 10 Kali Berturut-Turut Terbesar di Sulbar

Mardianto
6 Mei 2026 13:07
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Polman — Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui UPTD Peternakan kembali menorehkan prestasi membanggakan. Untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut, Polman berhasil menyumbangkan sapi kurban Bantuan Masyarakat (Banmas) Presiden dengan bobot terbesar di Provinsi Sulawesi Barat pada 2026.

Sebanyak empat ekor sapi terbaik terpilih melalui proses seleksi ketat dari total 20 peserta. Dari jumlah tersebut, satu sapi dengan bobot tertinggi akan disembelih pada pelaksanaan kurban tingkat provinsi, sementara tiga lainnya akan didistribusikan ke kabupaten yang belum memiliki sapi dengan bobot standar minimal 800 kilogram.

Sapi-sapi yang mengikuti seleksi berasal dari berbagai kecamatan, antara lain Luyo, Wonomulyo, Mapilli, Tapango, Limboro, dan Tinambung. Tingginya partisipasi ini menunjukkan antusiasme peternak dalam meningkatkan kualitas ternak terus meningkat dari tahun ke tahun.

Adapun empat peternak terpilih seluruhnya berasal dari Kecamatan Wonomulyo. Di antaranya, Muh. Nur dari Desa Sumberjo dengan sapi jenis limosin bernama “Bagong” berbobot 1.150 kilogram, H. Iskandar Ngani dari Desa Sugihwaras dengan sapi jenis simental “Bima” berbobot 1.053 kilogram, Muhammad Yusuf dari Desa Bumimulyo dengan sapi jenis brangus “Blecki” berbobot 1.011 kilogram, serta Andrian Henri Prayoga dari Desa Sugihwaras dengan sapi jenis simental “Arjuna” berbobot 960,3 kilogram.

Dalam waktu dekat, tim dari Sekretariat Presiden Republik Indonesia dijadwalkan melakukan proses penawaran harga kepada empat peternak terpilih secara daring, sebelum tahapan administrasi dilanjutkan di tingkat provinsi.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran para inseminator yang menjadi ujung tombak peningkatan kualitas ternak di daerah. Melalui keahlian mereka, lahir sapi-sapi unggulan dengan bobot tinggi yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.

Pemerintah daerah pun diharapkan memberikan perhatian lebih terhadap sarana dan prasarana bagi petugas inseminasi, guna mendukung keberlanjutan program peningkatan kualitas ternak.

Selain itu, aparat kecamatan dan desa akan dilibatkan dalam pengawasan sapi terpilih hingga hari pelaksanaan kurban, guna memastikan kondisi kesehatan dan kualitas ternak tetap terjaga.

Program sapi kurban bantuan Presiden ini diharapkan menjadi stimulus bagi pemberdayaan peternak lokal agar lebih profesional, sekaligus mendorong lahirnya peternak milenial yang mampu meningkatkan nilai ekonomi sektor peternakan di Polewali Mandar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x