Magang Tak Lagi Harus ke Kantor, Telkomsel Hadirkan Virtuship di Unhas

Mardianto
23 Sep 2026 01:15
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Kesempatan magang di industri kerap menjadi tantangan bagi mahasiswa karena terbatasnya kuota dan lokasi. Telkomsel menawarkan alternatif melalui Virtual Internship (Virtuship), program magang virtual yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman kerja tanpa harus berada secara fisik di perusahaan.

Program tersebut kini menjangkau Universitas Hasanuddin (Unhas), ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Telkomsel dan Unhas dalam acara THRIVE Goes to Universitas Hasanuddin, Selasa (22/9/2026), di Arsjad Rasjid Lecture Theater. Bergabungnya Unhas memperluas jangkauan Virtuship ke kawasan Indonesia Timur.

Virtuship dihadirkan Telkomsel melalui kolaborasi dengan Kuncie untuk menjawab kebutuhan mahasiswa terhadap pengalaman profesional yang relevan sekaligus mempersiapkan talenta muda menghadapi dunia kerja.

Melalui program ini, mahasiswa dapat mengikuti pengalaman pembelajaran berbasis proyek dalam periode yang disesuaikan dengan kebutuhan. Materinya mencakup studi kasus, penugasan, hingga proyek yang mengangkat berbagai peran dan tantangan kerja dari sejumlah fungsi di Telkomsel.

Program tersebut juga dirancang dengan estimasi beban pembelajaran yang dapat dikonversikan menjadi kredit semester sesuai ketentuan masing-masing perguruan tinggi.

Setelah memenuhi persyaratan kelulusan magang, peserta akan memperoleh sertifikat. Mahasiswa juga berkesempatan masuk dalam talent pool untuk mendapatkan peluang pengembangan karier berikutnya.

General Manager Healthcare and Education Account Management Telkomsel, S. Handoyo Hadi, mengatakan Virtuship dirancang untuk membuka akses pengalaman industri bagi mahasiswa tanpa terbatas kondisi maupun lokasi fisik.

“Virtuship berangkat dari kebutuhan mahasiswa untuk mendapatkan akses magang yang lebih terbuka, tidak bergantung pada kondisi maupun lokasi fisik mereka. Mahasiswa mendapat pengalaman belajar berbasis proyek dan use case nyata dari industri secara virtual, dengan standar proses yang sama seperti magang konvensional, mulai dari pembelajaran, evaluasi, hingga sertifikasi dari perusahaan mitra,” ujar Handoyo.

Menurutnya, Virtuship menjadi pendekatan baru dalam mempertemukan kebutuhan mahasiswa terhadap pengalaman industri dengan perkembangan teknologi pembelajaran.

“Kami melihat Virtuship sebagai breakthrough dalam menghadirkan cara baru bagi mahasiswa mendapatkan pengalaman industri, dan ingin terus memperluas model ini ke lebih banyak perguruan tinggi,” lanjutnya.

Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Suhasman, S.Hut., M.Si., menyambut kolaborasi tersebut. Menurutnya, Virtuship memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami dunia industri sekaligus melihat perubahan pola kerja akibat perkembangan teknologi.

“Virtuship memberi kesempatan mahasiswa untuk mengenal dunia industri lebih dekat, sekaligus melihat langsung bagaimana teknologi mengubah cara kerja. Lewat pengalaman belajar dan berinteraksi dengan Telkomsel, mahasiswa dapat membangun kompetensi yang relevan dan lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja,” ujar Suhasman.

Kehadiran Virtuship di Unhas menjadi bagian dari upaya Telkomsel memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman industri berbasis digital. Program ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusan dengan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.

Telkomsel menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi generasi muda dalam menemukan potensi dan mempersiapkan masa depan melalui berbagai program pengembangan talenta.

Ke depan, Virtuship ditargetkan menjangkau lebih banyak perguruan tinggi di Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai program tersebut tersedia melalui www.virtuship.id.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x