Kinerja Pegadaian Kanwil VI Makassar Tumbuh, OSL Tembus Rp17,37 Triliun hingga Juni 2026

Mardianto
7 Sep 2026 16:39
4 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah (Kanwil) VI SulselBarRa Maluku mencatatkan pertumbuhan kinerja bisnis yang positif hingga kuartal II 2026. Berdasarkan capaian kinerja sampai dengan Juni 2026, Outstanding Loan (OSL) gross Pegadaian Kanwil VI Makassar mencapai Rp17,37 triliun, tumbuh 53,16 persen secara tahunan (YoY).

Kepala Departemen Business Support Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah (Kanwil) VI SulselBarRa Maluku, Deddy Suryadi mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan dan produk Pegadaian di wilayah kerja Kanwil VI Makassar.

“Sampai dengan Juni 2026, OSL gross kita mencapai Rp17,37 triliun atau tumbuh 53,16 persen secara year on year. Ini menunjukkan pertumbuhan bisnis yang cukup kuat sekaligus mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap Pegadaian,” kata Deddy dalam Media Gathering di Makassar, Senin (7/9).

Selain pertumbuhan pembiayaan, Pegadaian Kanwil VI Makassar juga mencatatkan laba sebesar Rp1,23 triliun hingga Juni 2026. Angka tersebut tumbuh 36,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Deddy, pertumbuhan laba tersebut menjadi indikator bahwa ekspansi bisnis Pegadaian berjalan seiring dengan pengelolaan usaha yang tetap sehat.

“Pertumbuhan laba sebesar 36,52 persen ini tentunya menjadi capaian yang positif. Kami terus berupaya menjaga pertumbuhan bisnis agar tetap sehat dan memberikan manfaat yang semakin luas kepada masyarakat,” ujarnya.

Nasabah Aktif Capai 1,65 Juta

Dari sisi jumlah pengguna layanan, Pegadaian Kanwil VI Makassar hingga Juni 2026 memiliki 1.654.231 nasabah aktif. Jumlah tersebut tumbuh 4,11 persen secara YoY.

Deddy menyebut pertumbuhan jumlah nasabah menjadi bagian penting dalam memperluas inklusi keuangan, terutama melalui beragam produk pembiayaan, investasi emas, maupun layanan digital Pegadaian.

“Jumlah nasabah aktif kita sudah mencapai 1.654.231 nasabah. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap produk dan layanan Pegadaian masih sangat besar,” tutur Deddy.

Di tengah ekspansi tersebut, kualitas pembiayaan juga menjadi perhatian. Data kinerja Kanwil VI Makassar mencatat NPL all product berada pada level 0,88 persen hingga Juni 2026.

Deddy menegaskan, pertumbuhan bisnis tidak hanya diukur dari peningkatan penyaluran pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga kualitas portofolio.

“Kami tentu tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga kualitas pembiayaan. NPL all product sebesar 0,88 persen menjadi salah satu indikator bahwa kualitas portofolio tetap kami perhatikan,” katanya.

Pertumbuhan signifikan juga terlihat pada bisnis emas. OSL Cicil Emas Pegadaian Kanwil VI Makassar tercatat mencapai Rp1,14 triliun, meningkat 125,67 persen secara YoY.

Selain itu, gramasi omset Cicil Emas 2026 mencapai 459,2 kilogram, sedangkan saldo Tabungan Emas nasabah mencapai 1,05 ton.

Deddy mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya minat masyarakat terhadap emas, baik sebagai instrumen investasi maupun sebagai bagian dari perencanaan keuangan.

“Produk emas menjadi salah satu yang pertumbuhannya sangat positif. OSL Cicil Emas tumbuh 125,67 persen dan gramasi omset mencapai 459,2 kilogram. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap emas semakin tinggi,” jelasnya.

Menurut dia, Pegadaian terus memperkuat ekosistem emas melalui berbagai produk yang dapat diakses masyarakat, mulai dari tabungan emas, cicil emas hingga layanan terkait emas lainnya.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal Pegadaian sebagai tempat untuk mendapatkan pembiayaan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi investasi dan pengelolaan keuangan masyarakat melalui ekosistem emas,” ujar Deddy.

Pengguna Tring! Tembus 507 Ribu Nasabah

Transformasi digital juga menjadi bagian dari pertumbuhan Pegadaian Kanwil VI Makassar. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna aplikasi Tring! mencapai 507.237 nasabah.

Pertumbuhan pengguna layanan digital tersebut menunjukkan semakin meningkatnya pemanfaatan kanal digital dalam mengakses berbagai layanan Pegadaian.

Deddy menambahkan, digitalisasi menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memberikan kemudahan kepada nasabah dalam melakukan transaksi dan mengakses produk Pegadaian.

“Digitalisasi menjadi bagian penting dalam pelayanan kami. Dengan Tring!, masyarakat bisa mendapatkan akses layanan Pegadaian dengan lebih mudah dan praktis,” katanya.

Secara keseluruhan, kinerja hingga Juni 2026 menunjukkan Pegadaian Kanwil VI Makassar berada dalam tren pertumbuhan positif. Pertumbuhan OSL, laba, jumlah nasabah, bisnis emas dan pengguna layanan digital menjadi indikator penguatan bisnis perusahaan di wilayah tersebut.

Secara nasional, capaian Pegadaian hingga 30 Juni 2026 juga menunjukkan tren positif. Pegadaian mencatat laba bersih Rp6,59 triliun, tumbuh sekitar 84,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan OSL gross nasional mencapai Rp155,1 triliun.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x