AF Astrid Kembali Terpilih Aklamasi, Mafindo Sulsel Siap Perkuat Gerakan Anti Hoaks

Mardianto
16 Jun 2026 23:37
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Andi Fauziah Astrid kembali dipercaya memimpin Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Makassar setelah terpilih secara aklamasi dalam Silaturahmi Wilayah (Silatwil) yang digelar di Cocospace Cafe, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar, Selasa (16/6/2026).

Keputusan tersebut diambil secara bulat oleh seluruh relawan Mafindo yang hadir dalam forum Silatwil. Dengan dukungan penuh dari para anggota, Astrid resmi melanjutkan kepemimpinannya untuk periode kedua sekaligus menakhodai transformasi organisasi di tingkat daerah.

Selain agenda pemilihan ketua wilayah, Silatwil juga membahas sejumlah perkembangan organisasi, termasuk penyesuaian struktur kepengurusan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) terbaru Mafindo.

Melalui perubahan tersebut, struktur yang sebelumnya bernama Koordinator Wilayah (Korwil) Makassar kini resmi berubah menjadi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Mafindo Sulawesi Selatan. Perubahan nomenklatur ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi organisasi sekaligus memperluas cakupan program literasi digital di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Usai terpilih kembali, Andi Fauziah Astrid menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan para relawan. Menurutnya, amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar untuk terus memperkuat peran Mafindo dalam membangun masyarakat yang cerdas dan kritis dalam menghadapi arus informasi di era digital.

“Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus dijalankan bersama. Saya berharap seluruh relawan tetap solid dan terus berkolaborasi untuk memperluas gerakan literasi digital di Makassar dan di Sulawesi Selatan,” ujar Astrid.

Ia menegaskan, pada periode kepemimpinannya yang kedua ini, Mafindo akan terus mengembangkan berbagai program edukasi yang berfokus pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi, mengenali hoaks, serta membangun budaya bermedia yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab.

Menurut Astrid, tantangan disinformasi dan penyebaran hoaks yang semakin masif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari komunitas, lembaga pendidikan, media, hingga pemerintah daerah.

Karena itu, Mafindo Sulawesi Selatan akan memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menghadirkan program-program literasi digital yang lebih inklusif dan menjangkau masyarakat secara luas.

Dengan kepemimpinan yang berlanjut untuk periode kedua, Mafindo Sulawesi Selatan diharapkan semakin aktif menjadi garda terdepan dalam edukasi literasi digital, pencegahan penyebaran hoaks, serta penguatan ketahanan informasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page