

Kabareditorial.com, Makassar — Program Gade Preneur UMKM 2026 yang digelar PT Pegadaian Kanwil VI Sulselbar Maluku mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Pengamat ekonomi dan UMKM Universitas Hasanuddin, Andi Muhammad Nur Bau Massepe, menilai program tersebut menjadi langkah inovatif dalam membangun kapasitas pelaku usaha kecil agar mampu bersaing di tengah perubahan pasar dan perkembangan digital.
Menurutnya, program pemberdayaan seperti Gade Preneur tidak hanya penting dalam meningkatkan kemampuan bisnis pelaku UMKM, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.
“Program seperti ini sangat inovatif karena tidak hanya bicara soal bantuan modal, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan, kemampuan branding, pemasaran, dan literasi bisnis pelaku UMKM. Ini yang dibutuhkan UMKM saat ini agar bisa benar-benar naik kelas,” ujarnya via Telpon, Kamis (21/05/2026) sore.
Ia menilai banyak pelaku usaha kecil memiliki produk yang potensial, namun masih menghadapi kendala dalam pengelolaan usaha, pemasaran digital, hingga penguatan identitas produk.
Karena itu, keterlibatan perusahaan BUMN seperti Pegadaian dinilai penting dalam membuka akses pembinaan dan jejaring usaha bagi masyarakat.
“Ketika UMKM dibina secara berkelanjutan, dampaknya bukan hanya pada peningkatan omzet, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Operasional PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku, Andi Syam, yang mewakili Pemimpin Wilayah Pratikno mengatakan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional sehingga membutuhkan dukungan nyata melalui program pendampingan dan penguatan kapasitas usaha.
“Melalui kegiatan Gade Preneur UMKM ini, kami berharap para pelaku usaha memperoleh wawasan baru, meningkatkan kualitas usahanya, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan bisnis dan teknologi saat ini,” katanya.
Sebelumnya, PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Sulselbar Maluku menggelar kegiatan Gade Preneur UMKM 2026 pada Senin, 18 Mei 2026 di Hyatt Place Makassar sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di kawasan Sulawesi dan Maluku.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan pelaku UMKM binaan dan mitra usaha dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, hingga Maluku.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pelatihan terkait strategi pemasaran, penguatan branding produk, pengelolaan keuangan usaha, hingga pemanfaatan platform digital untuk memperluas pasar.
Selain edukasi dan pelatihan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antar pelaku usaha untuk saling berbagi pengalaman dan membangun jejaring bisnis.


Tidak ada komentar