

JAKARTA – Aktivitas perdagangan karbon di Indonesia mencatatkan volume transaksi mencapai 1,98 juta ton setara karbon dioksida (tCO2e), dengan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp93,90 miliar.
Data tersebut tercatat dalam laporan perkembangan sektor jasa keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk Agustus 2026.
Perdagangan karbon menjadi salah satu bagian dari perkembangan sektor Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) yang terus dipantau OJK.
Di tengah dinamika pasar keuangan, OJK menilai ketahanan dan likuiditas pasar modal domestik secara umum masih terkendali. Pada periode yang sama, IHSG ditutup di level 6.525,48 atau menguat 4,64 persen secara bulanan.
OJK terus mendorong penguatan sektor pasar modal, termasuk pengembangan instrumen dan infrastruktur perdagangan yang mendukung pendalaman pasar keuangan.
Perkembangan bursa karbon juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan yang mampu mendukung aktivitas ekonomi sekaligus membuka ruang bagi transaksi berbasis pengurangan emisi.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar