Semangat Sumpah Pemuda, Anak Muda Makassar Bangun Bisnis AI Bersama Telkomsel

Mardianto
30 Okt 2026 01:45
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Anak muda daerah punya peluang untuk ikut membangun industri teknologi tanpa harus pindah ke Jakarta. Naufal Fayyadh, lulusan Manajemen Universitas Hasanuddin tahun 2025, membuktikannya dengan mendirikan Kodeka Labs, agensi otomasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan pengembangan perangkat lunak di Makassar.

Melalui bisnis yang dikembangkannya, Naufal membantu pelaku usaha memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional. Dukungan Telkomsel melalui program NextDev turut membuka akses pengembangan kapasitas dan jaringan bagi startup digital yang dibangunnya.

Kisah Naufal menjadi salah satu gambaran semangat Sumpah Pemuda pada era teknologi. Anak muda dari luar Pulau Jawa memiliki kesempatan untuk menciptakan inovasi dan menawarkan solusi bagi kebutuhan masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan AI.

Naufal melihat generasi Z sebagai kelompok yang cepat beradaptasi dengan teknologi tersebut. Dalam dunia usaha, salah satu penerapannya terlihat pada bisnis kedai kopi di Makassar.

AI dapat dimanfaatkan untuk menjawab pertanyaan pelanggan melalui WhatsApp, menawarkan tambahan pesanan, hingga membantu pemilik usaha memantau omzet dan persediaan melalui percakapan digital.

Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai dapat membantu pelaku usaha menghemat waktu dalam menjalankan pekerjaan rutin. Dengan proses yang lebih otomatis, pemilik usaha bisa lebih fokus pada pengembangan bisnis dan pelayanan pelanggan.

Bagi Naufal, peluang itu juga terbuka lebar bagi anak muda di Indonesia Timur. Penguasaan teknologi memungkinkan mereka mengakses pengetahuan, mengembangkan produk digital, dan menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus berada di pusat industri teknologi nasional.

Peluang pengembangan tersebut turut diperkuat melalui partisipasi Naufal dalam NextDev ke-11 pada 2026. Ia masuk dalam jajaran 10 besar finalis program pengembangan startup digital yang digagas Telkomsel.

Melalui program tersebut, Naufal mendapatkan pendampingan teknis dari mentor berpengalaman, termasuk pembelajaran mengenai cara menjalankan sistem AI di server sendiri. Pengetahuan ini menjadi salah satu bekal untuk mengembangkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan klien.

Selain pengembangan kapasitas, konektivitas juga menjadi bagian penting dalam aktivitas bisnisnya. Pekerjaan yang melibatkan klien dari berbagai kota, bahkan luar negeri, menuntut komunikasi dan akses jaringan yang dapat diandalkan.

“Kerja saya banyak keliling ke daerah, bahkan urus klien sampai luar negeri. Jaringan Telkomsel selalu saya andalkan termasuk waktu roaming, jadi kerjaan tetap jalan ji. Buat anak muda, jangan tunggu sempurna dulu, mulai mi saja. Makassar bisa tonji!” ujar Naufal.

Bagi Naufal, semangat Sumpah Pemuda tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah, tetapi juga dorongan bagi generasi muda untuk bergerak bersama menghadapi tantangan zaman. Di era teknologi, kolaborasi dan keberanian mencoba menjadi modal penting untuk menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kisah Kodeka Labs menunjukkan bahwa pengembangan bisnis berbasis AI dapat dimulai dari Makassar. Dengan kemampuan, konektivitas, dan akses terhadap ekosistem pengembangan startup, anak muda daerah memiliki peluang untuk membangun usaha teknologi sekaligus menjangkau pasar di luar wilayahnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page