ATM Emas Pegadaian Dinilai Perkuat Digitalisasi Investasi, Pakar Keuangan Unhas Soroti Peluang Ekonomi

Mardianto
16 Okt 2026 15:00
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Inovasi ATM Emas PT Pegadaian yang terintegrasi dengan aplikasi Tring! dinilai memiliki potensi memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas.

Kehadiran layanan ini menghubungkan transaksi digital dengan kepemilikan emas fisik, sekaligus menjadi bagian dari transformasi industri jasa keuangan.

Pakar keuangan Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Muhammad Nur Bau Massepe, menilai digitalisasi layanan investasi dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui kemudahan transaksi, efisiensi waktu, dan fleksibilitas akses.

“Dari perspektif keuangan, integrasi layanan digital dengan ATM Emas merupakan inovasi yang dapat menurunkan hambatan masyarakat untuk berinvestasi. Proses transaksi yang lebih mudah dan cepat berpotensi memperluas partisipasi investor, terutama masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan layanan keuangan digital,” katanya via telepon, Jumat (16/10).

ATM Emas Pegadaian hadir di Kantor Cabang Malimongan Baru, Makassar, pada Rabu (14/10/2026), bertepatan dengan peringatan satu tahun aplikasi Tring! atau 1st Tring!versary.

Melalui integrasi tersebut, nasabah dapat melakukan pembelian maupun pengambilan emas fisik melalui aplikasi Tring! dan mesin ATM Emas. Emas batangan Galeri 24 tersedia dalam pilihan denominasi mulai dari 1 gram hingga 100 gram.

Menurut Andi Nur, kemudahan akses transaksi perlu diimbangi pemahaman masyarakat mengenai karakteristik investasi emas. Investor tetap perlu mempertimbangkan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, biaya transaksi, serta selisih harga beli dan harga jual.

“Teknologi memang dapat mempermudah akses investasi, tetapi keputusan investasi tetap harus didasarkan pada pemahaman yang memadai. Masyarakat perlu mengetahui biaya transaksi, mekanisme pencairan, serta risiko perubahan harga emas agar tidak hanya tertarik pada kemudahan layanan,” tambah Andi Nur.

Aspek transparansi juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan terhadap investasi emas digital. Informasi mengenai kepemilikan aset, ketersediaan emas fisik, ketentuan transaksi, dan mekanisme pengambilan perlu disampaikan secara jelas kepada nasabah.

Dengan demikian, keberhasilan inovasi keuangan tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi atau peningkatan jumlah transaksi, tetapi juga dari kemampuan layanan tersebut memperluas akses secara bertanggung jawab dan meningkatkan kualitas keputusan keuangan masyarakat.

Kehadiran ATM Emas merupakan bagian dari perkembangan layanan investasi yang memadukan teknologi digital dan aset fisik. Jika didukung tata kelola yang baik, perlindungan konsumen, serta edukasi yang berkelanjutan, model layanan ini berpotensi memperluas partisipasi masyarakat dalam investasi emas.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x