

Kabareditorial.com, Makassar — Sebuah karya mahasiswa tidak harus berakhir ketika program akademik selesai. Dari pengalaman di lapangan, sebuah gagasan justru dapat tumbuh menjadi inovasi baru ketika mendapatkan ruang untuk dikembangkan.
Semangat tersebut terlihat dalam rangkaian Dies Natalis ke-40 Universitas Bosowa, ketika Program Studi Teknologi Informasi Universitas Bosowa memperkenalkan ReadSTV, sebuah platform yang lahir dari kreativitas dan inovasi mahasiswa KKN Program Studi Teknologi Informasi Universitas Bosowa.
ReadSTV diluncurkan di pelataran Taman Ekspresi Unibos, Rabu (7/10/2026), bertepatan dengan rangkaian kegiatan Lomba E-Sport Dies Natalis ke-40 Universitas Bosowa.
Kehadiran ReadSTV menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan yang mempertemukan mahasiswa Universitas Bosowa dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tersebut. Di tengah atmosfer kompetisi yang lekat dengan teknologi, strategi, dan kreativitas generasi muda, mahasiswa Teknologi Informasi menunjukkan bahwa mereka bukan hanya pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya digital.
Launching ReadSTV dilakukan Ketua Program Studi Teknologi Informasi Universitas Bosowa, Dr. Sahabuddin, S.Kom., M.T., dalam rangkaian pembukaan kegiatan.
Menurut Sahabuddin, karya mahasiswa akan memiliki nilai lebih ketika tidak berhenti sebagai tugas akademik maupun dokumentasi kegiatan, tetapi terus dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki manfaat.
“ReadSTV menjadi salah satu bentuk kreativitas dan inovasi mahasiswa Teknologi Informasi yang lahir dari proses pembelajaran dan pengalaman mereka di lapangan. Kami ingin karya seperti ini tidak berhenti sebagai sebuah hasil kegiatan, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki nilai dan manfaat,” kata Sahabuddin.
Ia menambahkan, peluncuran ReadSTV dalam momentum Dies Natalis ke-40 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperlihatkan kemampuan mereka dalam menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan teknologi digital.
Bagi Program Studi Teknologi Informasi, karya seperti ReadSTV juga menjadi bagian dari proses pendidikan yang mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teknologi secara teoritis.
Mahasiswa didorong untuk berani mengembangkan gagasan, mengubahnya menjadi karya, kemudian memperkenalkannya kepada masyarakat dalam ruang yang lebih luas.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-40 Universitas Bosowa, Ansurlawarlin, S.Pd., M.Pd., menilai kehadiran karya mahasiswa dalam rangkaian Dies Natalis memberikan warna tersendiri dalam perayaan empat dekade Universitas Bosowa.
Menurutnya, Dies Natalis tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan institusi, tetapi juga ruang untuk memperlihatkan karya dan potensi generasi muda yang sedang tumbuh di dalamnya.
“Dies Natalis ke-40 bukan hanya tentang merayakan usia Universitas Bosowa, tetapi juga tentang melihat apa yang sedang diciptakan oleh generasi penerusnya. Kehadiran ReadSTV menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki ruang untuk membawa kreativitas dan inovasinya menjadi bagian dari perjalanan universitas,” ujarnya.
Dukungan terhadap pengembangan karya mahasiswa juga datang dari Direktorat Kemahasiswaan dan Kealumnian Universitas Bosowa.
Dalam sambutannya yang disampaikan Bustanul, S.E., mahasiswa didorong memanfaatkan berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia di kampus, baik melalui kegiatan akademik, organisasi, kompetisi maupun inovasi berbasis teknologi.
“Mahasiswa hari ini bukan hanya dipersiapkan untuk menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus memiliki keberanian untuk menciptakan sesuatu. Karya seperti ReadSTV menjadi contoh bahwa kreativitas mahasiswa dapat dikembangkan menjadi sebuah inovasi yang membawa nama baik Universitas Bosowa,” tuturnya.
Menurutnya, pengembangan karya mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kemahasiswaan yang produktif. Ketika mahasiswa mendapatkan ruang untuk berkreasi, berkolaborasi dan menunjukkan hasil karyanya, kampus turut menciptakan lingkungan yang mendorong lahirnya generasi yang adaptif terhadap perubahan.
Kehadiran ReadSTV dalam agenda yang juga menghadirkan kompetisi e-sport menjadi bagian menarik dari rangkaian kegiatan.
E-sport memperlihatkan perkembangan teknologi dari sisi kompetisi dan industri kreatif, sementara ReadSTV menunjukkan bagaimana mahasiswa merespons perkembangan tersebut melalui karya digital.
Keduanya bertemu dalam satu ruang yang sama, yakni ruang kreativitas generasi muda di tengah transformasi digital.
Hal tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar yang hadir melalui Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, Ariansyah, S.P., M.Adm.SDA.
Menurut Ariansyah, kegiatan yang mempertemukan kompetisi, kreativitas, teknologi dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dapat menjadi ruang positif bagi pengembangan potensi generasi muda.
“Generasi muda hari ini memiliki ruang yang sangat luas untuk berkembang melalui teknologi. Kami mengapresiasi kegiatan yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas dan inovasinya. Karya seperti ReadSTV menjadi bagian dari potensi yang perlu terus didorong dan dikembangkan,” katanya.
Kehadiran ReadSTV memperlihatkan bahwa sebuah karya mahasiswa dapat menjadi titik awal, bukan titik akhir.
Apa yang bermula dari proses KKN dan pengalaman mahasiswa kemudian dapat dikembangkan lebih jauh ketika kampus memberikan ruang untuk memperkenalkan, mengevaluasi dan mengembangkannya.
Di tengah perayaan 40 tahun Universitas Bosowa, perjalanan ReadSTV menjadi gambaran kecil dari perjalanan yang lebih besar. Empat dekade institusi tidak hanya meninggalkan sejarah tentang apa yang telah dibangun generasi sebelumnya, tetapi juga membuka ruang bagi generasi hari ini untuk menciptakan sesuatu yang baru.


Tidak ada komentar