DP2 Makassar Pelajari Tata Kelola Pasar Hewan Jonggol untuk Perkuat Peternakan

Mardianto
18 Jul 2026 09:55
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar melakukan studi pembelajaran ke Pasar Hewan Jonggol, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Kepala DP2 Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., bersama jajaran. Kunjungan dilakukan untuk mempelajari tata kelola pasar hewan sekaligus menggali praktik dan inovasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan sektor peternakan di Kota Makassar.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan berdiskusi dan bertukar informasi mengenai sejumlah aspek pengelolaan peternakan, mulai dari sistem pengelolaan pasar hewan, pelayanan kesehatan hewan, tata niaga ternak, hingga mekanisme pengawasan lalu lintas ternak.

Selain itu, rombongan juga mempelajari pengelolaan sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas perdagangan serta pelayanan di sektor peternakan.

Aulia mengatakan, studi pembelajaran tersebut penting untuk memperkaya referensi DP2 Makassar dalam meningkatkan tata kelola dan pelayanan di bidang peternakan.

“Kita datang untuk belajar dan melihat langsung bagaimana pengelolaan pasar hewan dilakukan, mulai dari tata niaga, pelayanan kesehatan hewan, sampai pengawasan lalu lintas ternak. Ini menjadi referensi bagi kita untuk melihat apa yang bisa diadopsi dan disesuaikan dengan kebutuhan Kota Makassar,” ujar Aulia.

Menurutnya, pengelolaan pasar hewan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan ternak, tetapi juga memiliki aspek kesehatan hewan, keamanan pangan, serta pengawasan lalu lintas ternak yang perlu dikelola secara terpadu.

“Kesehatan hewan dan pengawasan lalu lintas ternak menjadi bagian penting. Kita ingin sistem pelayanan yang dibangun nantinya mampu memberikan jaminan dari sisi kesehatan hewan sekaligus mendukung tata niaga ternak yang lebih tertib,” katanya.

Aulia berharap berbagai pengetahuan dan praktik yang diperoleh dari kunjungan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam pengembangan sektor peternakan di Makassar.

Hasil studi pembelajaran ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, memperkuat sistem kesehatan dan pengawasan hewan, serta mendukung pengembangan peternakan yang lebih tertata dan berkelanjutan.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen DP2 Makassar dalam memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan perkotaan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x