PT Pelindo Jasa Maritim Pasang Fasilitas Safety Baru di Jembatan Mahakam Samarinda

Mardianto
6 Mar 2026 18:21
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) terus memperkuat aspek keselamatan pelayaran dengan memasang sejumlah fasilitas navigasi baru di kawasan Sungai Mahakam, Samarinda. Fasilitas tersebut berupa Port Entry Light (PEL) serta sensor monitoring kondisi perairan di sekitar Jembatan Mahakam.

Direktur Operasi dan Teknik SPJM, Edward DN Napitupulu, mengatakan pemasangan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan layanan operasional di jalur pelayaran sungai.

Menurutnya, Port Entry Light telah mulai dipasang sejak September 2024. Perangkat ini berupa lampu sistem suar navigasi berintensitas tinggi yang berfungsi memandu kapal saat memasuki alur pelayaran, khususnya ketika melintasi kolong jembatan.

“Port Entry Lights memang sudah banyak digunakan di pelabuhan internasional yang memiliki lalu lintas padat atau alur pelayaran sempit. Lampu ini menjadi standar keamanan penting untuk memandu kapal memasuki pelabuhan dengan aman, baik siang maupun malam,” ujar Edward.

Ia menjelaskan, keberadaan PEL diharapkan dapat membantu nahkoda kapal dan perwira pandu dalam menentukan posisi dan arah kapal secara lebih akurat, terutama saat jarak pandang terbatas atau pada malam hari. Dengan demikian, risiko insiden saat kapal melintasi kolong jembatan dapat diminimalkan.

Selain itu, SPJM juga memasang sensor monitoring perairan di sekitar Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu sejak Januari 2026. Sensor tersebut berfungsi memantau kondisi arus sungai serta jarak antara permukaan air dan struktur jembatan atau clearance jembatan.

Data dari sensor tersebut terhubung langsung dengan monitor display yang terpasang di railing Jembatan Mahakam. Sementara di stasiun pandu dekat Jembatan Mahulu juga dipasang sensor ketinggian muatan kapal menggunakan teknologi laser range finder.

Seluruh sensor dapat dipantau melalui dashboard monitoring berbasis web yang memberikan pembaruan data setiap satu menit, termasuk informasi kecepatan arus sungai, jarak konstruksi jembatan terhadap permukaan air, serta notifikasi peringatan jika muatan kapal melebihi batas yang diatur dalam regulasi.

Edward menambahkan bahwa teknologi tersebut akan membantu meningkatkan akurasi proses pemanduan kapal, terutama saat melakukan olah gerak di ruang pelayaran terbatas seperti kolong Jembatan Mahakam.

“Sensor ini memberikan informasi penting bagi perwira pandu dan nahkoda kapal sehingga proses pemanduan dapat dilakukan secara lebih akurat, aman, dan efisien,” katanya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama perusahaan. Karena itu, SPJM akan terus melakukan berbagai inovasi dan perbaikan berkelanjutan guna memastikan aktivitas pelayaran di kawasan Sungai Mahakam berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page