

Kabareditorial.com, Makassar — Universitas Bosowa (UNIBOS) menjajaki kerja sama dengan Adira Finance Syariah untuk menghubungkan dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri jasa keuangan syariah.
Penjajakan tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Aula Fakultas Teknik, Lantai 6 Gedung 2 Universitas Bosowa, Jumat (6/11/2026).
Pertemuan ini dihadiri jajaran pimpinan Adira Finance Syariah, yakni Dimas Ramadan Wibisono selaku Head of Sharia Ecosystem & Community, Radiansyah selaku Head of Sharia Business Zurich Syariah, Kemal Joumlat selaku Head of Branch SSD Syariah Makassar, serta Awing selaku Sales Head Adira Finance Syariah Makassar.
Dari pihak UNIBOS, hadir Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset, Inovasi, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Sistem Informasi, Dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si.; Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Sumber Daya, Dr. Muh. Kafrawi Yunus, S.E., M.M.; serta Sekretaris Universitas, Prof. Dr. Ir. Hadijah, M.Si.
Audiensi tersebut juga melibatkan sejumlah unit kerja universitas serta perwakilan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS).
Sejumlah peluang kolaborasi menjadi pembahasan, mulai dari literasi keuangan syariah, praktisi mengajar, peningkatan kompetensi mahasiswa, hingga pembelajaran berbasis pengalaman industri.
Kerja sama juga berpeluang dikembangkan dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kewirausahaan yang berkaitan dengan ekosistem ekonomi syariah.
Keterlibatan lintas fakultas membuka peluang agar program kolaborasi tidak hanya berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, tetapi juga menjangkau disiplin ilmu lain, seperti komunikasi, pengembangan sumber daya manusia, dan pemberdayaan masyarakat.
Bagi UNIBOS, kemitraan dengan industri menjadi salah satu cara untuk memperkaya proses pembelajaran melalui perspektif dan pengalaman praktis dari dunia kerja. Mahasiswa diharapkan dapat mengenal lebih dekat perkembangan industri jasa keuangan syariah sekaligus memahami kompetensi yang dibutuhkan.
Audiensi ini menjadi tahap awal bagi kedua pihak untuk mengidentifikasi program prioritas dan membahas bentuk kerja sama yang dapat direalisasikan. Dengan demikian, peluang kemitraan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan konkret yang memberi manfaat bagi mahasiswa maupun institusi.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar