

Kabareditorial.com, Makassar — Persaingan kendaraan listrik di Indonesia kian ketat seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap mobilitas ramah lingkungan. PT BYD Motor Indonesia mengklaim telah menguasai lebih dari 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional, sekaligus menyiapkan perluasan jaringan dealer di Sulawesi.
Head of Marketing PT BYD Motor Indonesia, Pramita Sari, mengungkapkan hal tersebut dalam rangkaian kegiatan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026 di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), Makassar, Rabu (28/10/2026).
Pramita mengatakan, perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan periode sebelum BYD memasuki pasar nasional.
“Sebelum BYD hadir di Indonesia, pangsa pasar EV nasional masih di bawah 1 persen. Dan hari ini, berkat kepercayaan masyarakat, pangsa pasar EV telah melebihi 26 persen,” kata Pramita.
Menurut dia, perubahan tersebut menjadi indikasi meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. BYD juga mencatatkan kinerja penjualan yang positif sepanjang Januari hingga September 2026.
Dalam periode tersebut, penjualan kendaraan BYD Group di Indonesia diklaim mencapai 46.700 unit. Perusahaan juga menyebut telah menguasai lebih dari 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.
Pertumbuhan tersebut turut terlihat di kawasan Sulawesi. Pramita menyebut lebih dari 1.100 keluarga di wilayah ini telah mempercayakan kebutuhan mobilitas mereka kepada BYD.
“Terima kasih sekali lagi kepada pelanggan BYD di Sulawesi atas kepercayaannya dan dukungannya untuk BYD,” ujarnya.
Perluas Jaringan Dealer di Sulawesi
Untuk mendukung pertumbuhan pasar, BYD terus memperluas jaringan pelayanan dan distribusi kendaraan di Indonesia. Pramita menyebut jaringan BYD saat ini telah mencapai lebih dari 110 titik di berbagai wilayah Indonesia.
Khusus Sulawesi, BYD menyatakan telah memiliki tujuh lokasi yang beroperasi dan berencana menambah jaringan hingga mencapai 12 lokasi lainnya di wilayah tersebut.
“Perluasan jaringan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendekatkan layanan kepada konsumen, termasuk dalam hal penjualan, perawatan kendaraan, serta dukungan purnajual,” tukasnya.
Pramita menilai peluang pertumbuhan kendaraan listrik masih terbuka lebar. Pasalnya, menurut data yang disampaikan perusahaan, sekitar 65 persen pasar kendaraan masih bergantung pada mobil berbahan bakar bensin.
“Perjalanan ini baru saja kami mulai. Sebanyak 65 persen pasar masih bergantung pada kendaraan dengan bahan bakar bensin. Di sinilah peluang transformasi yang sangat besar,” katanya.
Ia menambahkan, satu jenis teknologi belum tentu dapat menjawab seluruh kebutuhan konsumen. Karena itu, BYD mengembangkan ekosistem kendaraan energi baru melalui teknologi kendaraan listrik murni atau electric vehicle (EV) dan teknologi dual mode (DM).
Kehadiran kedua teknologi tersebut diharapkan memberi pilihan lebih luas kepada konsumen sesuai kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan.
Momentum GIIAS Makassar
Penyelenggaraan GIIAS Makassar 2026 menjadi salah satu momentum bagi industri otomotif untuk memperkenalkan perkembangan teknologi kendaraan kepada masyarakat Indonesia Timur.
Pameran yang berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November 2026 di SMMCC tersebut menghadirkan berbagai merek otomotif dan inovasi kendaraan terbaru.
Bagi BYD, pasar Sulawesi menjadi salah satu wilayah yang berpotensi mendukung perluasan adopsi kendaraan listrik di luar Pulau Jawa.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar